starsunleash.com

starsunleash.com – Menteri Sosial, Tri Rismaharini, menegaskan bahwa pelaku judi online tidak akan menerima bantuan sosial (bansos), namun membuka peluang bagi keluarga pelaku, termasuk anak-anak, untuk tetap menerima bansos. Kebijakan ini diumumkan saat sebuah acara di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, pada tanggal 19 Juni 2024.

Kebijakan Bansos Terhadap Pelaku Kejahatan:

  • Pelaku Kejahatan: Pelaku judi online, serta pelaku kejahatan lainnya yang terdaftar sebagai penerima bansos, akan dihapus dari daftar penerima. Contohnya, dalam kasus pemerkosaan oleh seorang ayah terhadap anaknya, bantuan yang sebelumnya diterima atas nama ayah tersebut akan dihentikan.
  • Keluarga Pelaku: Meskipun pelaku kejahatan dikecualikan dari penerimaan bansos, anggota keluarga yang tidak terlibat dalam kejahatan tersebut akan terus menerima dukungan. Risma menekankan pentingnya tidak menelantarkan keluarga pelaku yang bisa jadi juga adalah korban dari situasi yang dihadapi.

Tujuan Kebijakan:
Menurut Risma, pemisahan bansos ini bertujuan untuk memastikan bahwa hukuman diberikan kepada yang bersalah tanpa menambah penderitaan kepada anggota keluarga yang tidak terlibat. Risma menambahkan, pemutusan bantuan kepada keluarga pelaku mungkin akan menyebabkan konsekuensi sosial yang lebih buruk, termasuk potensi bagi mereka untuk terlibat dalam kejahatan lain sebagai cara untuk bertahan hidup.

“Kita harus melihat mereka sebagai korban juga. Mereka adalah korban dari situasi yang dibuat oleh pelaku, dan jika kita tidak memberikan dukungan, mereka dapat terdorong untuk melakukan tindakan kriminal sebagai cara untuk bertahan hidup,” jelas Risma.

Pendekatan Kebijakan:
Risma menegaskan bahwa kebijakan ini diambil dengan pertimbangan yang mendalam tentang dampak sosial dari tindakan tersebut, berusaha menyelamatkan kehidupan keluarga pelaku tanpa mengabaikan keadilan yang harus ditegakkan terhadap pelaku itu sendiri.

Kebijakan ini menggambarkan pendekatan pemerintah yang berusaha menyeimbangkan antara pemberian hukuman yang adil dengan dukungan sosial bagi mereka yang tidak bersalah dalam dinamika keluarga yang terdampak oleh kejahatan.