Prabowo dan Gibran Hadiri Penutupan Kongres VI Partai Demokrat

starsunleash.comKongres VI Partai Demokrat yang berlangsung di Jakarta resmi ditutup dengan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Acara penutupan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan menteri-menteri di Kabinet Merah Putih.

Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tiba di lokasi acara sekitar pukul 19.00 WIB. Keduanya tampil kompak mengenakan pakaian tradisional Betawi, dengan atasan jas dan kain yang melilit pinggang. Prabowo mengenakan kopiah berwarna hitam, sementara Gibran mengenakan kopiah serupa.

Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan pentingnya persatuan dan kerja sama antarpartai politik untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Ia juga menekankan pentingnya peran Partai Demokrat dalam koalisi pemerintahan saat ini.

“Kita harus terus bekerja sama untuk mewujudkan cita-cita bangsa. Partai Demokrat adalah salah satu pilar penting dalam koalisi kita, dan saya berharap kita bisa terus bersama-sama membangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera,” ujar Prabowo.

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyambut baik kehadiran Prabowo dan Gibran. Ia menyatakan bahwa Partai Demokrat akan terus mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran untuk mewujudkan program-program yang pro-rakyat.

“Kami dari Partai Demokrat akan terus mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran. Kami berkomitmen untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik,” kata AHY.

Kongres VI Partai Demokrat ini berlangsung selama beberapa hari dengan agenda utama pemilihan ketua umum dan penyusunan program kerja partai untuk lima tahun ke depan. AHY kembali terpilih sebagai ketua umum Partai Demokrat secara aklamasi.

Kehadiran Prabowo dan Gibran dalam penutupan Kongres VI Partai Demokrat menunjukkan komitmen mereka untuk terus memperkuat koalisi pemerintahan. Dukungan dari Partai Demokrat diharapkan dapat memperkuat sinergi antarpartai politik dalam membangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.

Partai Demokrat Resmi Mencabut Dukungannya Terhadap Calon Presiden Anes Baswedan

https://starsunleash.com
Partai Demokrat resmi mencabut dukungannya terhadap calon presiden Anes Baswedan. Kini Partai Demokrat menjadi satu-satunya partai di parlemen yang tidak berkoalisi.

STARSUNLEASH – Partai Demokrat resmi mencabut dukungannya terhadap calon presiden Anes Baswedan. Kini Partai Demokrat menjadi satu-satunya partai di parlemen yang tidak berkoalisi. Ke mana pestanya akan berlangsung? Pengamat politik UGM Arya Budi menyebut kemunculan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar telah mengubah peta politik. Reorganisasi koalisi menjadi hal yang tak terhindarkan.

“Ya, dan ini belum berakhir. Pembentukan kembali koalisi akan terus dilakukan hingga sebelum pendaftaran pada bulan Oktober,” kata Arya saat dihubungi wartawan, Senin (4/9/2023). Lanjutnya, ada beberapa pilihan yang bisa diambil Demokrat. Yang pertama adalah bergabung dengan PDIP. Apalagi saat ini kedua pihak masih berkomunikasi melalui Puan Maharani dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika Demokrat masuk ke PDIP misalnya karena putusnya hubungan politik, setidaknya putra-putri Megawati dan SBY, jelasnya. Pilihan lainnya adalah Demokrat bisa menjalin komunikasi dengan kandidat kuat lainnya meski partainya tidak terlalu besar. “PPP punya slogan di sana.

Ada opsi di sana, kalau kita mempertimbangkan peluang politik dan hubungan komunikasi politik antar pimpinan partai,” ujarnya. Arya melihat, peluang kelompok berlambang belas kasihan itu bergabung ke kubu Probowo sangat kecil. Sebab, Arya yakin sudah ada calon kuat yang mendampingi Prabowo. “Mereka melakukan segalanya agar AHY bisa masuk persaingan minimal sebagai cawapres.

Jadi jagoan koalisilah yang bisa menyesuaikan dengan kepentingan Demokrat, di sana mereka akan melakukan pendekatan, yakni pada argumentasi PDIP dan mereka akan menciptakan sebuah cawapres. sumur baru bersama Sandi,” jelasnya. Namun, ada kemungkinan Demokrat membentuk poros baru bersama PPP dan PKS.

Kemungkinan terbentuknya poros baru bisa muncul jika Sandiaga gagal menjadi cawapres Ganjar. “PPP sekarang sudah memperhitungkan, meski tidak punya daya tawar dan prospek kecil, kalau Sandi dipasangkan dengan Ganjar ya, akan diperhitungkan lebih baik, misalnya mendekati PKS atau Demokrat, tapi Sandi bukan lagi calon wakil presiden, tapi calon presiden.

Itu menarik,” jelasnya. “Jadi kartu Asnya bisa dua atau tiga, bahkan empat, misalnya kalau ambang batasnya tercapai,” tutupnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan instruksi usai rapat internal kader Demokrat menyusul terungkapnya duet Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

AHY menyebut Demokrat keluar dari koalisi Anies. “Demokrat akan berusaha bersatu dengan koalisi lain yang memiliki kesamaan pandangan, visi kebangsaan, dan etika politik,” kata AHY di PDP Demokrat Jakarta, lapor STARSUNLEASH, Senin (9 April).