starsunleash.com

starsunleash.com – Sebuah kecelakaan kereta yang tragis terjadi di Benggala Barat, India, menewaskan beberapa orang dan menyisakan kisah-kisah mengerikan dari para penyintas. Kecelakaan ini terjadi ketika sebuah kereta penumpang bertabrakan dengan kereta barang, yang disebut-sebut disebabkan oleh kegagalan penerimaan sinyal oleh masinis kereta penumpang.

Kesaksian Para Penyintas

Arti Roy, seorang penumpang yang selamat dari kecelakaan tersebut, mengungkapkan kepada AFP perasaan takutnya saat kejadian. “Saya merasa tidak akan selamat,” kata Roy, menggambarkan bagaimana gerbong tempat dia berada terjepit dan terpelintir, lalu terguling dari rel. Kecelakaan tersebut memaksa Roy kehilangan semua barang-barangnya di tengah kekacauan.

Antara Das, korban selamat lainnya, menggambarkan insiden tersebut sebagai “pengalaman yang mengerikan.” Das berterima kasih kepada Tuhan karena telah selamat dari peristiwa tersebut. Sementara itu, Jahangir Alam, seorang warga setempat yang turut membantu korban yang selamat, menggambarkan pemandangan kecelakaan sebagai sangat menakutkan, meninggalkan ketakutan mendalam terhadap perjalanan kereta di masa depan.

Pernyataan Otoritas Kereta Api

Jaya Varma Sinha, Chairman Kereta Api India, mengklarifikasi bahwa kecelakaan tersebut terjadi karena pengemudi kereta barang mengabaikan sinyalnya dan menabrak bagian belakang kereta penumpang. Pengemudi dan asistennya meninggal dalam kecelakaan tersebut. Sinha menambahkan bahwa keadaan bisa jadi lebih buruk, namun gerbong penjaga dan dua orang lainnya yang berada di bagian belakang kereta penumpang mengalami kerusakan terparah.

Upaya Pemulihan dan Tindak Lanjut

Setelah kecelakaan, operasi kereta api telah diaktifkan kembali di jalur paralel. Pekerjaan pembersihan dan perbaikan jalur diperkirakan telah selesai pada malam hari Selasa (18/6). Beberapa gerbong yang rusak telah berhasil dibersihkan dari jalur dan dipindahkan ke sisi berumput.

Insiden ini menyoroti pentingnya pemeliharaan sistem sinyal dan kepatuhan prosedural dalam operasi kereta api, khususnya dalam jaringan yang padat seperti di India. Ini merupakan pengingat serius bagi para pemangku kepentingan untuk menguatkan protokol keselamatan guna menghindari kejadian serupa di masa depan.