China Bidik Pertumbuhan 5% di 2025: Antara Stimulus Domestik dan Ancaman Tarif Global

starsunleash – Pemerintah China secara resmi menetapkan target pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 5% untuk tahun 2025 dalam sidang parlemen tahunan di Beijing. Langkah ini diambil di tengah ancaman perang tarif dari Amerika Serikat (AS) yang dipimpin Presiden terpilih Donald Trump, yang berencana memberlakukan tarif hingga 60% terhadap barang-barang China.

Latar Belakang Ekonomi China

Pada 2024, ekonomi China tumbuh 5%, didorong stimulus fiskal kilat dan lonjakan ekspor. Namun, sektor domestik menghadapi tantangan berat: konsumsi rumah tangga masih di bawah level pra-pandemi, investasi properti menyusut terbesar dalam sejarah, dan deflasi berlanjut selama dua tahun berturut-turut28. Bahkan, pertumbuhan PDB nominal (setelah penyesuaian harga) hanya 4,2% pada 2024—terendah sejak era reformasi ekonomi 1970-an.

Ekonom Societe Generale SA, Wei Yao dan Michelle Lam, menilai pemulihan China masih rapuh dan membutuhkan stimulus fiskal lebih kuat untuk menjaga stabilitas. Sementara itu, Jacqueline Rong dari BNP Paribas SA menyoroti ekspor sebagai “penyelamat” utama pada 2024, meski ancaman tarif AS berpotensi mengganggu kinerja tahun ini.

Ancaman Tarif Trump dan Dampak Global

Donald Trump, yang akan dilantik minggu depan, mengancam mengenakan tarif tinggi pada produk China. Kebijakan ini berisiko mengurangi seperempat kontribusi ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi China. Uni Eropa juga mulai memberlakukan tarif impor mobil listrik China sebesar 43%, memperparah tekanan pada industri ekspor.

Ancaman ini telah memicu gelombang antisipasi global. Perusahaan multinasional mempercepat pengiriman barang dari China sebelum tarif berlaku, tetapi efek ini diprediksi hanya bersifat sementara. Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi China pada 2025 akan melambat menjadi 4,5% jika perang tarif semakin meluas.

Strategi China dan Respons Kebijakan

Untuk mencapai target 5%, pemerintah China merencanakan:

  1. Subsidi perusahaan dan konsumen untuk meningkatkan belanja peralatan dan perlengkapan.
  2. Penambahan anggaran pensiun dan asuransi kesehatan guna mendorong konsumsi rumah tangga.
  3. Pelonggaran moneter melalui penurunan suku bunga dan pencairan likuiditas.

Namun, efektivitas stimulus infrastruktur dipertanyakan akibat kelelahan proyek publik dan penurunan investasi swasta slot bet 200. Upaya hilirisasi industri juga berisiko memperburuk kelebihan kapasitas dan protes mitra dagang.

Dampak bagi Indonesia

Sebagai mitra dagang terbesar Indonesia, pelemahan ekonomi China berpotensi mengurangi ekspor komoditas Indonesia seperti batu bara dan minyak sawit. Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah, mengingatkan pemerintah untuk menyiapkan mitigasi risiko dan mencari pasar alternatif selain China.

IMF dan Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 sekitar 5,1-5,2%, dengan tantangan utama dari depresiasi rupiah dan ketidakpastian global. Said menekankan pentingnya diplomasi perdagangan internasional untuk menghadapi gejolak tarif.

Analisis Ahli

Lizzi C. Lee dari Asia Society menyebut langkah China sebagai “sinyal darurat” untuk menghindari stagnasi ekonomi8. Sementara Yukki Nugrahawan Hanafi dari ALFI/FIATA menilai peluang logistik Indonesia tetap terbuka jika mampu memanfaatkan pergeseran rantai pasok global ke ASEAN.

Akhir Perjalanan Oscar di China: Dari Chelsea ke Shanghai

starsunleash.com – Oscar dos Santos Emboaba Junior, gelandang serang asal Brasil, resmi mengakhiri kiprahnya di Liga China setelah delapan tahun berkarier di Negeri Tirai Bambu. Laga terakhirnya bersama Shanghai Port melawan klub Korea, Gwangju, di Liga Champions Asia, menjadi penutup perjalanan panjangnya di China. Oscar bermain sebagai starter dan berhasil menyelamatkan Shanghai dari kekalahan dengan mencetak gol dari titik putih, memastikan laga berakhir imbang 1-1.

Oscar memutuskan pindah ke China pada 2017, meninggalkan masa-masa emasnya di Chelsea. Kepindahan ini banyak dipertanyakan karena kariernya di Chelsea sangat sukses dengan memenangkan dua gelar Premier League, satu gelar Liga Europa, dan satu Piala Liga Inggris. Selain itu, usianya saat itu masih muda, yaitu 26 tahun.

Tawaran uang fantastis dari Shanghai Port menjadi alasan utama Oscar memutuskan pindah. Klub tersebut membayar Chelsea sebesar 60 juta paun untuk mendapatkan jasanya, dan memberikan gaji mingguan sebesar 400 ribu paun. Oscar langsung masuk dalam jajaran pesepakbola termahal di dunia.

Selama berkarier di China, Oscar berhasil mempersembahkan tiga gelar juara Liga China, sekali Piala FA China, dan Piala Super China. Kontrak awalnya berdurasi empat tahun, namun pada 2019 ia meneken kontrak tambahan yang membuatnya bertahan hingga 2024.

Oscar mencatatkan 248 penampilan dan mencetak 77 gol selama bermain untuk Shanghai Port. Prestasinya ini membuatnya menjadi salah satu pemain asing tersukses di Liga China.

Meskipun betah di China, Oscar mengaku bahwa faktor keluarga menjadi alasan utama kepergiannya. “Kami tidak bisa tinggal di sini selamanya. Ibu saya semakin tua, saudara perempuan saya juga sudah punya bayi. Kami ingin lebih dekat dengan rumah,” ungkapnya dilansir China Daily.

Oscar juga menyatakan bahwa kualitas hidup di China sangat unik dan tidak bisa ditemukan di tempat lain. “Di China, anak-anak saya bisa pergi ke sekolah dan pulang dengan bus tanpa khawatir tentang keamanan. Kami bisa keluar kapan saja, bahkan pukul 2 atau 3 pagi, dan tidak akan terjadi apa-apa. Tidak ada narkoba di sini. Hanya mereka yang tinggal di sini yang bisa memahami betapa nyamannya hidup di sini,” tambahnya.

Setelah meninggalkan Shanghai, Oscar dikabarkan akan kembali ke Brasil dan bergabung dengan klub lamanya, Internacional. Manajer klub tersebut, Eduardo Coudet, telah menyatakan minatnya untuk mendatangkan Oscar kembali.

Oscar meninggalkan China dengan rekor pendapatan yang luar biasa, yakni sekitar 200 juta euro selama delapan tahun berkarier di sana. Kepergiannya menandai akhir era bagi salah satu pemain asing tersukses di Liga China.

Oscar dos Santos Emboaba Junior telah menuliskan babak baru dalam kariernya dengan mengakhiri perjalanan panjangnya di China. Dari Chelsea ke Shanghai, ia telah memberikan kontribusi besar bagi klub-klub yang pernah dibelanya. Meskipun meninggalkan China dengan berat hati, keputusannya untuk kembali ke Brasil menunjukkan betapa pentingnya keluarga dalam hidupnya. Oscar meninggalkan warisan yang tak terlupakan di Liga China dan siap untuk memulai petualangan baru di tanah kelahirannya.

Presiden Prabowo Menguatkan Hubungan Diplomatik dengan China

starsunleash.com – Pada tanggal 2024-11-07, Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah penting dalam diplomasi internasional dengan bertolak ke China menggunakan pesawat kepresidenan. Perjalanan ini merupakan bagian dari upaya yang berkelanjutan untuk memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan China, serta untuk mengeksplorasi peluang baru dalam berbagai sektor strategis.

Perjalanan Presiden Prabowo ke China tidak terlepas dari konteks geopolitik dan ekonomi global saat ini. Sebagai salah satu ekonomi terbesar di dunia, China memiliki peran penting dalam dinamika internasional, terutama dalam konteks Asia Tenggara. Indonesia, sebagai negara terbesar di kawasan ini, memiliki kesempatan yang besar untuk meningkatkan kerja sama dengan China dalam berbagai bidang.

Tujuan utama dari perjalanan ini adalah untuk memperkuat hubungan diplomatik antara Indonesia dan China. Selain itu, pertemuan ini juga diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan-kesepakatan baru dalam bidang ekonomi, perdagangan, dan investasi. Tidak terlepas dari itu, perjalanan ini juga merupakan kesempatan bagi Presiden Prabowo untuk mengekspresikan komitmen Indonesia dalam menghadapi tantangan global bersama dengan China.

Pesawat kepresidenan yang digunakan oleh Presiden Prabowo dalam perjalanan ini adalah Boeing 737 BBJ, yang merupakan versi bisnis jet dari Boeing 737. Pesawat ini dilengkapi dengan fasilitas canggih dan keamanan yang ketat, memastikan kenyamanan serta keselamatan Presiden selama perjalanan.

Perjalanan dimulai dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, menuju Bandar Udara Internasional Beijing Capital. Rute ini memakan waktu sekitar 6-7 jam tergantung pada kondisi cuaca dan angin. Setelah mendarat di Beijing, Presiden Prabowo akan langsung melakukan serangkaian pertemuan dengan para pejabat tinggi China.

Perjalanan Presiden Prabowo ke China diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi hubungan bilateral kedua negara. Di sisi ekonomi, kesepakatan-kesepakatan baru yang diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Di sisi lain, perjalanan ini juga akan memperkuat kerja sama dalam bidang teknologi, pendidikan, dan budaya.

Perjalanan Presiden Prabowo ke China menggunakan pesawat kepresidenan adalah langkah strategis yang penting untuk memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan China. Dengan kesepakatan-kesepakatan baru yang diharapkan dapat dicapai, perjalanan ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi kedua negara, serta berkontribusi pada stabilitas dan pertumbuhan ekonomi regional.

Revolusi Aksesibilitas Mobil Listrik di China dan Dampaknya pada Pasar Global

starsunleash.com – Pasar mobil listrik di China mengalami peningkatan kompetisi yang signifikan. Faktor utama yang mendorong persaingan ini adalah keinginan konsumen untuk memiliki kendaraan dengan teknologi mewah yang belum pernah tersedia di pasar lain. Produsen otomotif di China berinovasi dengan cepat, memasukkan teknologi dan fitur canggih yang sebelumnya terbatas pada kendaraan premium ke dalam model listrik yang lebih terjangkau, dengan harga rata-rata yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan pasar Amerika Serikat.

Strategi Harga Kompetitif di Sektor Mobil Listrik

Brand-brand otomotif lokal di China berkompetisi untuk menawarkan mobil listrik dengan fitur premium pada harga yang sangat kompetitif, seringkali di bawah standar internasional. Sebagai contoh, Seagull EV dari BYD, yang diluncurkan pada pameran otomotif Shanghai, kini menjadi salah satu kendaraan listrik paling populer di China dengan harga di bawah US$10.000. Pendekatan penetapan harga ini memberikan tekanan baru bagi merek asing seperti Tesla dan Volkswagen, yang sebelumnya mendominasi segmen kendaraan listrik terlaris di pasar global terbesar ini.

Kesenjangan Harga dan Fitur pada Kendaraan Listrik

Pabrikan lokal tidak hanya fokus pada harga yang kompetitif tetapi juga pada pengayaan fitur-fitur kendaraan. Di pameran mobil Beijing, produsen milik negara menawarkan kendaraan listrik dengan harga di bawah US 10.000. 20.000.

Preferensi Konsumen China dan Kepemimpinan Teknologi

Raymond Tsang dari Bain & Company menekankan bahwa konsumen muda China memandang teknologi sebagai faktor mewah dan sangat penting, hal ini menjadi sebuah keunggulan bagi produsen lokal dalam memimpin segmen tersebut. Ini berbeda dengan pasar Barat, di mana kualitas, keandalan, kenyamanan berkendara, dan sistem pengendalian masih menjadi faktor dominan dalam keputusan pembelian.

Dampak Tren China pada Merek Otomotif Barat

Merek otomotif Amerika dan Eropa yang secara historis dianggap lebih mewah kini menghadapi tantangan baru, dengan pergeseran nilai yang cepat di pasar China. Analis dari McKinsey mengindikasikan bahwa prestise merek asing berkurang, dan ada aliran yang hampir satu arah dari pemilik mobil tradisional ke pemilik mobil energi baru di China.

Respons Produsen Mobil Jerman terhadap Tren China

Volkswagen, sebagai merek asing terkemuka di China, telah menyusun strategi untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang melek teknologi di negara tersebut. Ola Kaellenius, CEO Mercedes-Benz, membahas bagaimana tim teknologi digital mereka di China berupaya memenuhi preferensi konsumen muda dan teknologi-sentris, termasuk fitur karaoke di kelas E baru yang menjadi favorit pelanggan setempat. Mobil mereka juga dirancang untuk menerima fitur baru melalui pembaruan perangkat lunak over-the-air, menyesuaikan dengan tren pasar yang bergerak cepat.

Pasar mobil listrik China telah menjadi laboratorium global untuk aksesibilitas dan inovasi teknologi. Ini tidak hanya mengubah landskap kompetisi domestik tetapi juga memberikan pengaruh signifikan pada dinamika pasar otomotif global, mendorong merek asing untuk menyesuaikan strategi mereka guna memenuhi ekspektasi yang terus berkembang dari konsumen yang melek teknologi.

Alur Cerita Film “Red Cliff” 2008, Pertempuran Tebing Merah Zaman Dinasti Han, China

STARUNLEASH – Film “Red Cliff” yang diluncurkan pada 2008, di bawah arahan sutradara John Woo, merupakan karya epik yang menggambarkan kembali salah satu pertempuran terbesar dalam sejarah Tiongkok, Pertempuran Tebing Merah atau Chi Bi yang berlangsung pada akhir Dinasti Han, sekitar tahun 208 Masehi.

Tidak hanya menggali kebesaran sejarah, film ini juga menggambarkan strategi perang, nilai persahabatan, dan keberanian. Dari informasi yang telah kami kumpulkan, inilah ringkasan dari Film “Red Cliff” tahun 2008.

“Red Cliff” berlatar belakang kekacauan yang terjadi karena perang di periode akhir Dinasti Han. Cao Cao, seorang perdana menteri yang ambisius dan berpengaruh, memiliki cita-cita untuk menyatukan wilayah Tiongkok yang terfragmentasi di bawah kepemimpinannya. Memanfaatkan dukungan dari Kaisar Han Xian yang masih muda dan mudah dipengaruhi, Cao Cao mengetuai sebuah pasukan besar menuju wilayah selatan untuk mengalahkan dua panglima perang yang berkuasa, yaitu Liu Bei dan Sun Quan.

Cerita film dimulai saat Cao Cao meyakinkan sang kaisar untuk menginisiasi kampanye militer ke selatan, dengan dalih menangkal ancaman dari Liu Bei dan Sun Quan. Di sisi lain, Liu Bei beserta para pengikutnya, yang termasuk penasihat cerdasnya, Zhuge Liang, terdesak mundur ke selatan ke arah Tebing Merah setelah serangan dari Cao Cao.

Dalam kondisi yang tampak mustahil untuk memenangkan pertempuran, Zhuge Liang melakukan perjalanan ke wilayah Sun Quan dan berhasil membujuknya untuk bersatu melawan Cao Cao. Meskipun awalnya Sun Quan ragu, namun ia termotivasi oleh keberanian adiknya, Sun Shangxiang, dan akhirnya memutuskan untuk bersekutu dengan Liu Bei dengan menunjuk Zhou Yu sebagai pemimpin pasukan gabungan mereka.

Mengantisipasi konfrontasi mendatang, Zhou Yu dan Zhuge Liang mengatur strategi berdasarkan kelemahan lawan serta memanfaatkan kondisi alam. Tempat yang mereka pilih untuk pertempuran, Tebing Merah, dikenal dengan kondisi anginnya yang unik yang mereka berencana manfaatkan sebagai keuntungan strategis.

Pasukan Cao Cao, meskipun besar jumlahnya, mengalami kesulitan akibat kondisi iklim dan geografis yang asing bagi mereka. Ditambah lagi, wabah penyakit menyerang dan menurunkan moral serta efektivitas tempur mereka.

Puncak dari film ini adalah pertempuran laut yang dramatis di Tebing Merah, di mana Zhou Yu dan Zhuge Liang mengimplementasikan skema mereka yang rumit. Mereka menggunakan kapal-kapal berisi jerami untuk memancing panah dari pihak lawan, yang kemudian dipakai untuk membakar armada Cao Cao.

Dalam adegan klimaktik yang penuh ketegangan, gabungan pasukan Liu Bei dan Sun Quan menghasilkan api yang besar yang melumatkan armada Cao Cao. Kemenangan ini merupakan simbolisasi dari kekuatan taktis, keberanian, dan ikatan persahabatan.

“Red Cliff” mengombinasikan drama, aksi, dan unsur sejarah, menghidupkan kembali pertempuran yang legendaris dengan skala besar dan detail yang cermat. Dibintangi oleh karakter-karakter yang memikat, alur cerita yang cerdas, dan penggambaran visual yang memukau, film ini bukan hanya memuaskan dari segi hiburan, tetapi juga membawa penonton pada pengalaman yang mendidik tentang sejarah kuno Tiongkok. Pertempuran Tebing Merah akan selalu dikenang sebagai titik bersejarah yang menandai awal dari era Tiga Kerajaan, dan film “Red Cliff” berhasil merekam esensi peristiwa penting ini dengan cara yang memukau dan berkesan.

Rakyat Miskin Yang Menjadi Jenderal Qin Shi Huang, Profil Tentang Li Xin

STARUNLEASH – Li Xin dikenal sebagai salah satu panglima perang yang paling terkemuka di era Dinasti Qin, khususnya selama pemerintahan Qin Shi Huang, kaisar yang berhasil mempersatukan wilayah Tiongkok. Meskipun kisahnya mungkin tidak sesering disebut-sebut dibandingkan tokoh-tokoh sejarah lain, peran serta Li Xin dalam upaya militer Dinasti Qin dan ekspansinya adalah aspek yang tidak terpisahkan dari sejarah. Uraian ini akan membahas riwayat dan karier militer Li Xin, serta pengaruhnya terhadap sejarah Tiongkok.

Berasal dari keluarga yang berlatar belakang militer, Li Xin memulai jalan karier militernya di bawah kepemimpinan Raja Qin, yang kemudian terkenal dengan sebutan Qin Shi Huang. Dengan kemampuan kepemimpinannya dan strategi militer yang luar biasa, Li Xin cepat mendaki tangga karier hingga menjadi salah satu jenderal utama.

Dalam perannya sebagai jenderal, Li Xin memiliki kontribusi yang sangat krusial dalam usaha Dinasti Qin untuk mempersatukan Tiongkok. Ia dipercayakan untuk memimpin berbagai ekspedisi perang dan berhasil mencetak kemenangan-kemenangan penting yang memungkinkan Dinasti Qin untuk mengalahkan negara-negara yang berperang di sekitarnya dan menyatukan mereka di bawah satu kekuasaan.

Pertempuran terhadap negara Zhao menjadi salah satu konfrontasi yang menonjol dari Li Xin. Kendati pada awalnya terlihat menjanjikan, Li Xin harus menghadapi kegagalan yang menyakitkan akibat strategi Jenderal Bai Qi, yang juga berasal dari Qin. Meski mengalami kegagalan, posisi Li Xin tetap kunci dalam strategi perluasan Qin yang berikutnya.

Pasca penyatuan Tiongkok, Qin Shi Huang menugaskan Li Xin bersama jenderal-jenderal lain untuk menundukkan wilayah di luar batas tradisional Dinasti Qin dan mengintegrasikannya ke dalam wilayah kekaisaran. Serangkaian kampanye militer ke arah selatan dan barat berhasil memperluas cakupan kekuasaan Dinasti Qin, mencakup daerah-daerah yang belum pernah ditaklukkan sebelumnya.

Warisan Li Xin menjadi kompleks karena adanya variasi dalam catatan sejarah yang kadang-kadang memberikan pandangan yang kontradiktif tentang aksinya. Di satu sisi, ia dipuji karena keberanian dan kecakapan militernya, sementara di sisi lain, kegagalan dalam beberapa misi perang juga dianggap sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari karier militernya. Namun, satu hal yang pasti, peran Li Xin sangat signifikan dalam membentuk kontur sejarah Tiongkok.

Memahami tokoh sejarah seperti Li Xin penting untuk menggali lebih dalam tentang latar belakang sejarah Tiongkok. Para jenderal di zaman Dinasti Qin memainkan peranan vital dalam membentuk Tiongkok menjadi sebuah bangsa yang besar seperti sekarang ini, dan studi tentang mereka mengungkapkan pemahaman yang mendalam tentang taktik perang kuno dan kebijakan strategis.

Meski dokumentasi tentang Li Xin tidak selengkap tokoh-tokoh sejarah Tiongkok lainnya, perannya sangatlah signifikan. Sebagai seorang jenderal yang turut serta dalam upaya Qin Shi Huang menyatukan Tiongkok, Li Xin telah menorehkan dampak yang mendalam dalam sejarah negara itu. Riwayat hidupnya mengajarkan kita tentang kerumitan sejarah dan bagaimana peranan seorang individu dapat mempengaruhi arah sejarah, baik melalui keberhasilan maupun kegagalan.

Sejarah Terbentuknya Dinasti Qing Di China Yang Sukses

STARUNLEASH – Dari tahun 1644 hingga 1912, Dinasti Qing mendominasi panggung kepemimpinan di Kekaisaran China sebagai dinasti penguasa terakhir. Zaman tersebut dikenal karena perkembangan wilayah, kestabilan politik, dan kemajuan ekonomi yang signifikan. Meski begitu, Dinasti ini juga dihadapkan pada rintangan dalam memodernisasi negara dan tekanan asing. Tulisan ini akan menguraikan latar belakang, prestasi, serta rintangan yang dihadapi oleh Dinasti Qing, serta menggali pengaruh dan warisan berkelanjutan hingga zaman sekarang.

Pendirian Dinasti Qing adalah hasil dari usaha klan Aisin Gioro, yang berasal dari suku Jurchen, asli Manchuria. Klan ini, yang kemudian terkenal sebagai suku Manchu, berhasil menumbangkan Dinasti Ming melalui kampanye militer yang terorganisir dan taktik diplomasi yang cerdas. Pemimpin suku Manchu, Huang Taiji, menamai klan barunya sebagai Qing. Setelah wafatnya, Shunzhi, anaknya, naik tahta sebagai kaisar pertama dari dinasti baru tersebut.

Salah satu pencapaian monumental Dinasti Qing adalah pembesaran wilayah kekaisaran. Berkat kemampuan militer yang superior dan pendekatan diplomasi yang matang, Qing berhasil memperluas teritori hingga meliputi daerah yang kini dikenal sebagai Mongolia, Tibet, dan Taiwan. Dinasti ini membangun suatu kekaisaran yang beragam etnis dengan administrasi yang terorganisir, memprioritaskan nilai-nilai Konfusianisme dan manajemen birokrasi yang efektif.

Pada masa puncaknya, Dinasti Qing menyaksikan lonjakan pertumbuhan ekonomi. Sektor pertanian, kerajinan tangan, dan perdagangan mengalami kemajuan, didukung oleh sistem perpajakan yang lebih teratur yang mendukung pembangunan fasilitas publik. Kemajuan dalam seni dan sastra mencapai titik tertinggi, dengan karya-karya para seniman dan penulis Qing yang meninggalkan jejak budaya berharga.

Namun, di tengah masa keemasan, Dinasti Qing juga dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan. Tekanan dari negara-negara asing, termasuk Inggris dan Prancis, memicu serangkaian konflik yang terkenal sebagai Perang Opium. Akibatnya, Qing terpaksa menyetujui perjanjian yang merugikan, menyebabkan kehilangan wilayah dan dampak ekonomi yang menyakitkan.

Memasuki akhir abad ke-19, muncul inisiatif untuk memodernisasi kekaisaran guna mengatasi tantangan dari kekuatan Barat dan Jepang. Reformasi yang diusung oleh tokoh seperti Kang Youwei dan Liang Qichao berusaha mengadopsi teknologi Barat dan memperbaharui sistem pendidikan serta militer. Namun, perlawanan dari pihak konservatif dan perpecahan internal menghambat usaha modernisasi tersebut.

Ketika abad ke-20 mulai, kekecewaan terhadap pemerintahan Qing yang dianggap korup dan tidak efisien meningkat. Revolusi Xinhai pada tahun 1911 berhasil menggulingkan dinasti dan mendirikan Republik China. Sun Yat-sen, sebagai pemimpin revolusioner, diangkat menjadi presiden sementara, menandai berakhirnya era kekaisaran di China.

Periode Dinasti Qing merupakan bagian penting dari sejarah China, yang mencerminkan kejayaan sekaligus kelemahan sebuah kekaisaran dalam menghadapi perubahan dunia. Jejak warisan mereka masih terlihat dalam struktur politik dan budaya China kontemporer serta dalam dinamika hubungan internasional yang dinamis. Dinasti Qing, dengan segala pencapaian dan kekurangannya, terus menjadi topik penting bagi siapapun yang ingin memahami sejarah serta evolusi Asia Timur.

Kapal Perang AS Dan China Bertemu Di Laut China Selatan Bikin Tegang Dunia

STARUNLEASH – Keretakan geostrategis antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) kian memuncak belakangan ini. Perselisihan ini tercatat telah berkecamuk sejak tahun 2018, kala itu di bawah kepemimpinan Presiden AS, Donald Trump. Fenomena ini dikenal luas sebagai perang tarif.

AS dan Tiongkok sama-sama mengambil langkah proteksionisme untuk membatasi impor barang satu sama lain. Ini berawal dari keputusan Presiden Trump yang mengimplementasikan tarif impor baru yang lebih mahal untuk produk-produk dari Tiongkok. Trump menyatakan bahwa AS akan bertindak tegas dan melakukan langkah-langkah terhadap Tiongkok yang dianggap merugikan AS dari segi ekonomi dan politik.

Di lain pihak, Tiongkok secara sembunyi-sembunyi melakukan lobi terhadap berbagai negara untuk meninggalkan dolar AS dan beralih ke yuan sebagai mata uang internasional. Tiongkok telah berhasil mengajak Rusia, Brasil, India, Pakistan, dan Laos untuk mengesampingkan dolar AS dan bersetuju untuk menggunakan yuan atau mata uang lokal mereka untuk transaksi perdagangan internasional.

Melihat kondisi terkini, ketegangan di Laut China Selatan terus meningkat sejak tahun sebelumnya. Di wilayah yang diperebutkan ini, kapal perang Tiongkok dan AS kerap melakukan manuver latihan.

Penempatan kapal perang dari kedua negara yang berlatih di wilayah sengketa tersebut menambah ketegangan. Sehari sebelumnya, militer Tiongkok atau Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) mengumumkan bahwa mereka melakukan patroli rutin di Laut China Selatan selama dua hari, yang dijadwalkan berakhir pada hari itu.

Sementara itu, AS juga menyatakan bahwa armada serangan mereka yang dipimpin oleh kapal induk USS Carl Vinson sedang berlatih bersama Angkatan Laut Filipina selama dua hari, suatu situasi yang dapat memicu konflik antar dua negara yang hubungannya sedang tegang.

Tiongkok yang sering dijuluki “Negara Tirai Bambu” ini juga telah mengklaim sebagian besar wilayah Laut China Selatan dan mengesampingkan putusan pengadilan internasional yang menyatakan klaim tersebut tidak memiliki dasar hukum. Mereka menjalankan patroli rutin menggunakan kapal-kapal di jalur perdagangan penting ini.

Tiongkok juga telah membangun sejumlah pulau buatan yang telah dimilitarisasi untuk memperkuat klaim mereka atas wilayah Laut China Selatan yang strategis. Meskipun penjaga pantai digunakan untuk menegakkan klaim ini, latihan militer juga sering terjadi. Armada Beijing diketahui telah melakukan latihan militer secara rutin sejak akhir November hingga sekarang.

Sebagai negara yang sedang meningkat kekuatan militernya, Tiongkok kini menempati posisi kedua dalam peringkat kekuatan militer internasional dengan skor True Value Rating sebesar 318,9. Tiongkok memiliki angkatan laut terbesar dengan total 425 unit aktif hingga kini.

Tiongkok memiliki tiga kapal induk, 72 kapal selam, 48 kapal perusak, 71 korvet, 44 fregat, 49 kapal pembersih ranjau, 127 kapal patroli, dan 11 kapal serbu amfibi. Angka-angka ini diperkirakan akan terus bertambah sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang konsisten.

100 Orang Tewas Dan 200 Terluka Imbas Gempa Magnitudo 6,2 Mengguncang China

STARSUNLEASH – Guncangan tektonik, atau yang dikenal dengan gempa bumi, adalah fenomena alam di mana energi yang terakumulasi di bawah permukaan bumi dilepaskan secara mendadak, memicu gelombang seismik. Peristiwa ini seringkali diakibatkan oleh pergeseran lempeng tektonik, di mana akumulasi tekanan bertambah besar hingga melebihi batas kekuatan batas antar lempeng tersebut.

Dalam catatan sejarah, guncangan dahsyat yang menggoyang Valdivia, Chile pada tanggal 22 Mei 1960, dengan perkiraan magnitudo 9,5, telah merenggut nyawa lebih dari 1.600 orang, melukai ribuan lainnya, dan memaksa jutaan orang harus mencari tempat perlindungan baru.

Baru-baru ini, pada hari Senin tanggal 18 Desember 2023, gempa dengan kekuatan 6,2 magnitudo telah menggetarkan daerah di Provinsi Gansu dan Qinghai yang terletak di bagian barat laut Tiongkok. Menurut informasi yang didapat, tragedi ini telah menimbulkan kematian setidaknya 111 jiwa dan melukai sekitar 200 orang.

Dari jumlah korban yang terluka, 96 di antaranya berasal dari Gansu dan 124 dari Qinghai, menyusul gempa yang tergolong kuat dan permukaannya yang dangkal, yang menghantam area Jishishan di Gansu.

Laporan menyebutkan bahwa gempa ini telah menimbulkan kerusakan besar, menghancurkan rumah-rumah dan memaksa penduduk untuk berhamburan ke jalan-jalan mencari keselamatan.

Otoritas lokal telah mengaktifkan operasi tanggap darurat dan telah mengerahkan tim penyelamat ke daerah yang terkena dampak gempa. Pasukan penolong telah segera dikerahkan ke lokasi bencana untuk melakukan evakuasi dan upaya penyelamatan terhadap para korban yang terdampak.

Sementara itu, Presiden Tiongkok, Xi Jinping, telah mendesak agar diadakan “segala upaya maksimal” dalam misi pencarian dan penyelamatan serta penyaluran bantuan ke provinsi yang terdampak.

Berdasarkan laporan dari Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa ini terjadi pada kedalaman 10 kilometer pada pukul 23.59 waktu setempat pada hari yang sama. Pusat gempa terletak sekitar 23 mil barat laut dari Linxia Chengguanzhen dengan kedalaman yang cukup dangkal, dan kota Lanzhou, ibu kota provinsi, berada sekitar 60 mil dari episentrum gempa.

Fasilitas kebutuhan dasar seperti listrik dan air tercatat mengalami gangguan di beberapa desa pasca terjadinya gempa. Tempat-tempat evakuasi yang terdiri dari tenda-tenda akan segera didirikan oleh pemerintah untuk menampung korban dan menyediakan fasilitas dasar yang diperlukan.

Peristiwa gempa di bagian barat laut Tiongkok ini tidaklah sesuatu yang langka pada bulan September tahun 2022 lalu, gempa serupa juga telah terjadi di Provinsi Sichuan yang mengakibatkan kematian hampir 100 orang.

Gempa sebelumnya tersebut mengguncang sekitar 43 kilometer tenggara dari Kangding di Provinsi Sichuan pada kedalaman yang sama dan mengakibatkan kematian hampir seratus jiwa. Pada tahun 2008, gempa bumi besar dengan magnitudo 7,9 telah merenggut nyawa lebih dari 87.000 orang, termasuk ribuan siswa sekolah.

30 Orang Dilarikan Ke Rumah Sakit Imbas Kecelakaan Kereta Di Beijing China

STARSUNLEASH – Pada Kamis, 14 Desember 2023, ada kecelakaan kereta api di bawah tanah Beijing, China, yang menewaskan sedikitnya 30 orang.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 18.57 waktu setempat saat kereta tengah melewati jalur di dekat Stasiun Xi’erqi menuju distrik Changping. Salju yang lebat diduga menyebabkan kereta terhempas keluar rel.

Setelah terjadi guncangan dan lampu yang tidak berfungsi, para penumpang tergeletak di lantai. Beberapa di antara mereka diketahui menggunakan palu darurat untuk mencoba memecahkan jendela kereta agar mereka dapat melarikan diri.

Diketahui sejak Rabu (13/12/2023), salju telah melanda China, terutama Beijing. Kereta api dan sekolah diliburkan karenanya. Saat ini, kota Beijing masih bersiap untuk jalan yang licin dan gelombang dingin.

Untuk membantu orang-orang yang berada di dalam gerbong kereta, petugas pemadam kebakaran telah tiba di lokasi. Beruntung, insiden tersebut tidak mengakibatkan kematian, dan semua orang yang mengalami luka telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Selain itu, Beijing Subway telah membuat pernyataan tentang kecelakaan tersebut dan berjanji akan membayar biaya perawatan bagi korban yang luka-luka.

“Tempat kejadian telah dievakuasi dan semua korban luka sudah kami bawa ke rumah sakit untuk dirawat.” Kata layanan transportasi kota melalui meduai sosial China.

Saat ini, pihaknya juga telah meminta maaf kepada para korban dan keluarga mereka yang terluka, serta orang-orang yang mengalami kesulitan dalam perjalanan karena kecelakaan yang terjadi itu.

“Kami dengan tulus meminta maaf atas kecelakaan yang terjadi malam ini dan kami akan menanggung biaya perawatannya.” Lanjutnya.

Lama Tidak Ada Kabar, ABK Asal Indonesia Di China Ditangkap Kepolisian

STARSUNLEASH – KJRI Shanghai memberi tahu pemerintah dari Indonesia bahwa petugas di Provinsi Zhejiang telah menangkap beberapa anak buah kapal dari Indonesia pada hari Selasa, 21 November 2023. Penangkapan tersebut dikarenakan mereka melanggar Pasal 153 Hukum Pidana China, para ABK Indonesia ditangkap karena menyelundupkan daging beku.

Untuk mendapatkan akses ke tahanan, KJRI Shanghai saat ini bekerja sama dengan Zhejiang Coast Guard Bureau, Taizhou Coast Guard Bureau, dan Taizhou Police Department. Hal tersebut diyakini akan memastikan hak-hak WNI yang sudah ditangkap dipenuhi.

Selain itu, KJRI Shanghai menyatakan bahwa mereka akan terus berkomunikasi dengan agen pemilik kapal untuk memastikan tanggung jawab mereka terkait pemenuhan hak-hak WNI. Dalam dokumen tersebut, keluarga dari 22 WNI yang ditahan belum mendapatkan kabar sejak 11 Oktober 2023.