Menipu 7 Orang Dan Meraup Ratusan Juta, Penipu Tiket Konser Coldplay Ditangkap

STARSUNLEASH – Pemuda yang berinisial MFR (24) ditangkap oleh pihak kepolisian dikarenakan melakukan tindak pidana penipuan dengan menjual tiket konser Coldplay di media sosial. MFR diduga telah menipu tujuh korban dan menghasilkan keuntungan sebesar ratusan juta rupiah dari tindakannya. Para korban pertama kali bernegosiasi harga secara langsung dengan MFR di Jakarta. Pada perjanjian, tersangka berjanji untuk memberikan korban tiket konser paling lama dua puluh hari setelah pembayaran. Korban tidak mendapatkan tiket sampai waktu konser tersebut digelar, sehingga mereka segera melaporkan pelaku ke polisi.

Diketahui, penampilan Coldplay yang diadakan Rabu lalu (15/11/2023) di Stadion Gelora Bung Tomo selesai dengan sukses, dengan tiket konser habis terjual. Walaupun harga tiket konser Coldplay sangat mahal, penggemar Coldplay dari seluruh Indonesia datang ke Jakarta untuk menyaksikan band kesukaan mereka bernyanyi.

Ribuan Unjuk Rasa Sorakan Pembatalan Konser Coldplay Karena Mendukung LGBT

STARSUNLEASH – Semua orang tahu band Coldplay. Band rock asal Inggris ini dibentuk di University College London pada tahun 1997 dan saat ini beranggotakan vokalis Chris Martin, gitaris Jonny Buckland, bassis Guy Berryman, drummer dan musisi Will Champion dan Phil Harvey. Sebagai direktur kreatif. Coldplay yang lagu-lagunya enak untuk didengarkan, menjadi salah satu band favorit semua pecinta musik.

Pada tanggal 30 September 2023, Chris Martin dari band rock Coldplay tampil di Stadion Rose Bowl di Pasadena, California, Amerika Serikat. Namun, band Coldplay tampaknya berkampanye untuk mendukung sikap homoseksual, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Puluhan pihak yang tidak setuju dengan keberadaan homoseksualitas di Indonesia rupanya menyerukan pembatalan konser Coldplay yang dijadwalkan pada 15 November 2023.

Pihak oposisi menilai menjadi LGBT adalah kejahatan yang melanggar UUD 1945 dan melanggar hak beragama. Massa pun berpindah dari kantor polisi menuju patung kuda dekat Monas. Tujuan tersebut berada di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan.