Penemuan Planet WASP-193b: Analogi Mirip Gulali

starsunleash.com – Penemuan planet unik yang disebut WASP-193b, sering diibaratkan dengan gulali, telah menarik perhatian komunitas ilmiah. Terletak sekitar 1.200 tahun cahaya dari Bumi, planet ini memiliki ukuran yang sangat besar, mencapai setengah dari Jupiter, menjadikannya salah satu planet ringan terbesar yang pernah ditemukan, setelah Kepler 51-d yang 100 kali lebih ringan dari Jupiter.

Khalid Barkaoui dari Massachusetts Institute of Technology, yang merupakan penulis utama studi ini, menjelaskan bahwa WASP-193b, dengan karakteristik gas ringan, menyerupai struktur gulali atau permen kapas. Meskipun memiliki massa hanya 14% dari massa Jupiter, menentukan massa planet ini memerlukan waktu yang signifikan karena teknik standar seperti kecepatan radial tidak efektif akibat dari ringanannya yang tidak memberikan tarikan pada bintangnya.

Proses pengumpulan data dan perhitungan massa WASP-193b berlangsung selama empat tahun. Kepadatan planet yang sangat rendah bahkan sempat menimbulkan keraguan di kalangan peneliti. Francisco Pozuelos dari Institute of Astrophysics of Andalucia Spanyol juga menyatakan keraguan awal mereka terhadap kepadatan yang rendah tersebut.

Tantangan berikutnya adalah menjelaskan proses terbentuknya planet WASP-193b, karena model evolusi raksasa gas yang ada belum sepenuhnya mampu menjelaskan fenomena ini. Sebagai planet yang unik, WASP-193b menjadi subjek penelitian menarik yang dapat memberikan kontribusi berharga dalam memperluas pemahaman kita tentang keragaman planet di luar tata surya.

NASA Mengembangkan Mesin Jet Ramah Lingkungan: Proyek Hybrid Thermally Efficient Core (HyTEC)

starsunleash.com – Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) tengah merancang konsep mesin jet terbaru yang ramah lingkungan untuk integrasi ke dalam pesawat ultra-efisien. Mesin jet turbofan hibrida-listrik yang sedang dikembangkan NASA diharapkan mampu mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 10 persen dibandingkan dengan mesin jet konvensional.

Proyek ini, dikenal dengan nama Hybrid Thermally Efficient Core (HyTEC), menitikberatkan pada pengembangan inti mesin jet yang lebih kecil untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi emisi karbon. NASA berencana untuk memasukkan inti mesin jet ini ke dalam pesawat generasi berikutnya yang direncanakan akan didemonstrasikan pada tahun 2030-an.

Setelah menyelesaikan fase pertama proyek HyTEC yang berfokus pada pemilihan teknologi komponen, NASA akan segera memulai fase kedua. Fase ini akan melibatkan para peneliti dalam merancang, membangun, dan menguji inti mesin jet kompak yang bekerja sama dengan GE Aerospace untuk membuktikan kinerja teknologi yang dikembangkan.

Proyek HyTEC tidak hanya akan membuktikan kinerja teknologinya, tetapi juga akan menyoroti radio bypass, hibridisasi, dan kompatibilitas yang lebih tinggi dengan bahan bakar ramah lingkungan. Menurut Anthony Nerone, pemimpin proyek HyTEC, fase kedua proyek ini merupakan tahap yang sangat kompleks yang melibatkan berbagai teknologi yang berbeda untuk menciptakan jenis mesin jet baru yang inovatif.