Dua Orang Kekasih Dibegal Di Belu, Pelaku Minta Pasangan Tersebut Telanjang Untuk Jaminan

STARSUNLEASH – Sepasang kekasih dari Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami tragedi mengenaskan ketika pelaku kekerasan membegal, merampas, dan menyuruh mereka bertelanjang pada Minggu, 19 November 2023.

Dalam keterangannya di Polsek Belu, korban mengatakan bahwa kejadian terjadi saat mereka bergegas pulang dari konser yang digelar di lapangan umum di Atambua, Kabupaten Belu. Dalam perjalanan pulang, pelaku menghadang kedua korban dan menodongkan parang untuk memaksa mereka turun dari motor. Pelaku juga memaksa pasangan itu untuk membuka celana mereka agar mereka dapat difoto dan direkam. Video tersebut dimaksudkan untuk memeras korban dan berkata, jika kedua korban tidak memberikan uang ke rekening pelaku, kedua video bugil korban akan disebarluaskan di media sosial.

Merasa dirugikan dan dipermalukan, korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Polisi Resor Belu untuk menangkap pelaku. polisi yang menangani kasus tersebut akhirnya berhasil menemukan pelaku melalui nomor HP yang diberikan. Kedua pelaku telah ditangkap tanpa perlawanan di rumah mereka masing-masing dan akan dimintai bertanggung jawab atas perbuatannya yang melanggar hukum tersebut.

Di Tahun 2023, 136 Pekerja Ilegal NTT Meninggal Dunia Di Malaysia

STARSUNLEASH – Menurut Silvya Peku Djawang, Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Provinsi NTT, sebanyak 136 Pekerja Migran Indonesia PMI dari Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal dunia di Malaysia selama tahun 2023.

Semua PMI yang meninggal tersebut diketahui tidak memiliki izin bekerja dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, yang merupakan pekerja ilegal. Oleh karena itu, Silvya, Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi NTT, mengimbau masyarakat untuk mengikuti prosedur yang berlaku saat ingin bekerja di luar negeri agar mereka memiliki perlindungan hukum ketika ada masalah yang menimpa mereka.

“Dari 136 PMI yang meninggal dunia di Malaysia, yang dikirim ke NTT 132 orang dan empat lainnya dimakamkan di Malaysia.” Ucap Silvya Peku Djawang.