https://starsunleash.com/

STARSUNLEASH – Natal adalah perayaan yang sangat diantisipasi oleh umat Kristiani di seluruh dunia. Mereka menyambutnya dengan berbagai kegiatan, mulai dari mendekorasi rumah hingga menyajikan berbagai hidangan khusus untuk menambah suka cita perayaan.

Perayaan Natal juga menjadi waktu yang berharga bagi banyak orang untuk berkumpul dengan keluarga dan orang tersayang, menambah keceriaan dan kehangatan momen tersebut. Lebih dari sekadar pertemuan, Natal menjadi kesempatan untuk merenung dan berkomunikasi secara rohani.

Menjelang perayaan ini, pada tanggal 21 Desember 2023, Polsek Kebayoran Lama di Jakarta Selatan telah melakukan inspeksi keamanan di 26 gereja dalam wilayahnya. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menjamin keamanan dan ketertiban selama perayaan Natal.

Kepala Polsek Kebayoran Lama, Kompol Widya Agustianto, menginformasikan bahwa telah dilakukan pengecekan atas kesiapan personel keamanan sebagai bagian dari pengamanan Natal dan Tahun Baru. “Kami memastikan bahwa pengamanan di gereja-gereja telah kami lakukan untuk mencegah terjadinya insiden tidak diinginkan,” ujar Kompol Widya saat diwawancarai.

Beliau juga menyebutkan bahwa telah terjalin kerja sama antara kepolisian dengan pengurus gereja untuk meninjau fasilitas penyimpanan barang dan peralatan keamanan, seperti pemadam api dan peralatan pengaman lainnya, untuk memastikan semuanya dalam keadaan siap pakai dan aman.

Kompol Widya menambahkan, “Kami telah mengecek fasilitas seperti pos keamanan, loker penitipan barang, dan ketersediaan peralatan keamanan di dalam gereja, termasuk alat pemadam api, tongkat, borgol, jas hujan, payung, dan lain-lain.”

Beliau juga menyerukan kepada masyarakat untuk saling menjaga keamanan dan ketertiban, serta menghormati toleransi beragama. Kompol Widya menegaskan bahwa kepolisian akan selalu siap mengawal seluruh rangkaian perayaan agar berlangsung dengan lancar.

“Kami mengimbau jemaah untuk tidak membawa tas besar guna memudahkan proses pemeriksaan keamanan. Polsek Kebayoran Lama berkomitmen untuk menjaga keamanan sehingga jemaah dapat beribadah dengan tenang,” lanjutnya.

Langkah keamanan ini diambil untuk mencegah terjadinya tindakan terorisme yang pernah terjadi beberapa kali di Indonesia, seperti insiden pengeboman di depan Gereja Katedral Makassar pada hari Minggu, 28 Maret 2021.

Peristiwa di Makassar terjadi tepat pada pukul 10.28 Wita, dimana ledakan terjadi setelah ibadah misa yang kedua selesai dan saat jemaah berpindah. Pastor Wilhelmus Tulak, yang hadir saat kejadian, menceritakan bahwa dua pelaku pengeboman mendekati pintu masuk gereja dengan sepeda motor. Berkat kewaspadaan petugas keamanan, pelaku tidak berhasil masuk.

Akibat insiden tersebut, dua orang yang diduga pelaku bom bunuh diri meninggal, dan sekitar 20 orang termasuk warga, petugas keamanan, dan jemaat gereja mengalami luka-luka. Korban terluka dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, dan beberapa di antaranya telah dipulangkan setelah menjalani perawatan untuk luka-luka ringan.