Israel Klaim Sudah Menemukan Senjata Yang Di Pakai Hamas Di Rumah Sakit Al Shifa

STARSUNLEASH – Pada hari Kamis, 16 November 2023, pasukan Israel mengumumkan bahwa mereka menyerbu RS Al-Shifa di Gaza City pada hari Rabu dini hari untuk melakukan penggeledahan di dalam rumah sakit. Juru bicara militer Israel Daniel Hagari mengatakan selama penggeledahan bahwa pasukannya menemukan senjata api Hamas di dalam rumah sakit tersebut. Israel dan AS menuduh Hamas memiliki RS Al-Shifa sebagai pusat komando dan kontrol.

Namun, Munir al-Bursh dari Kementrian Kesehatan Gaza membantah pernyataan Israel dan mengatakan bahwa pasukan Israel tidak menemukan senjata atau peralatan di rumah sakit. Dia menegaskan bahwa pada dasarnya, kami tidak mengizinkan senjata di mana pun.

Sebelumnya, militer Israel telah memblokade rumah sakit Al-Shifa di kota Gaza karena dianggap sebagai tempat persembunyian pasukan teroris Hamas. Pemimpin Israel melakukan pemblokadean yang tidak manusiawi yang menyebabkan banyak pasien meninggal dan dikuburkan dengan tidak layak.

Rumah Sakit Al Shifa Di Gaza Terpaksa Makamkan 100 Jenazah Di Komplek Fasilitas Medis

STARSUNLEASH – Pada hari Selasa, 14 November 2023, terjadi kejadian mengerikan di Kota Gaza di mana 100 jenazah di RS Al Shifa Gaza harus dimakamkan di kompleks fasilitas medis. Ini harus dilakukan karena sebelumnya, Israel mengklaim bahwa tempat persembunyian Hamas berada di bawah RS Al Shifa. Israel kemudian mulai memblokade wilayah tersebut hingga pasien dan anggota RS tidak bisa keluar. RS Al Shifa berada dalam kondisi kritis sehubungan dengan peralatan medis, obat-obatan, dan listrik. Akibatnya, pasien tidak dirawat dengan baik dan banyak korban jiwa tidak dapat diselamatkan.

Diketahui, Rumah Sakit Al Shifa, yang terletak di kawasan Rimal Utara, Jalur Gaza, adalah salah satu rumah sakit dengan kompleks pengobatan terbesar di Gaza. Rumah sakit ini telah menangani banyak pasien yang menjadi korban konflik antara Israel dan Hamas Palestina di Gaza. Sampai saat ini, Rumah Sakit Al Shifa terus beroperasi meskipun serangan Israel terus meningkat, dan kondisinya menjadi lebih buruk.