Krisis Kemanusiaan Memuncak: Serangan Israel di Gaza Mengguncang Dunia

starsunleash.com – Israel kembali melancarkan serangan udara besar-besaran di Jalur Gaza pada Sabtu malam. Serangan ini menargetkan sejumlah lokasi yang diduga sebagai pangkalan militer kelompok militan Palestina. Israel mengklaim serangan tersebut sebagai balasan atas serangan roket yang diluncurkan dari wilayah Gaza ke wilayah Israel sebelumnya. Pesawat tempur Israel menghantam beberapa titik di wilayah tersebut, menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur dan bangunan di sekitarnya.

Kondisi Warga Palestina dalam Krisis

Warga Palestina di Gaza menghadapi kesulitan yang semakin parah akibat serangan ini. Banyak warga yang terpaksa mengungsi dari rumah mereka dan mencari perlindungan di tempat yang lebih aman. Persediaan makanan dan obat-obatan semakin menipis, dan akses ke layanan rtp medusa88 kesehatan menjadi semakin sulit. Serangan ini memperburuk kondisi kemanusiaan di Gaza yang sudah memprihatinkan sebelumnya. Jalur Gaza, yang telah diblokade selama bertahun-tahun, kini menghadapi krisis kemanusiaan yang lebih dalam.

PBB Mengutuk Situasi yang Tidak Manusiawi

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan pernyataan keras terkait situasi di Gaza. PBB menyebutkan bahwa kondisi yang dialami warga Palestina sangat tidak manusiawi. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan menghentikan kekerasan. Dia menekankan pentingnya dialog dan upaya diplomasi untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan di wilayah tersebut. Guterres juga mendesak komunitas internasional untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga Gaza yang membutuhkan.

Reaksi Internasional Terhadap Konflik

Negara-negara di seluruh dunia bereaksi atas eskalasi konflik ini. Beberapa negara menyerukan penghentian segera kekerasan dan memohon kepada kedua belah pihak untuk kembali ke meja perundingan. Negara-negara tetangga, seperti Mesir dan Yordania, berupaya menjadi mediator dalam konflik ini dan mendorong dialog damai antara Israel dan Palestina. Sementara itu, organisasi internasional dan badan amal menggalang bantuan untuk mendukung warga yang terkena dampak di Gaza.

Dampak Jangka Panjang bagi Wilayah

Konflik yang terus berlanjut ini tidak hanya berdampak pada keamanan dan stabilitas di Timur Tengah, tetapi juga memengaruhi hubungan internasional. Ketegangan antara Israel dan Palestina telah berlangsung selama beberapa dekade dan menjadi salah satu konflik paling kompleks di dunia. Upaya untuk mencapai solusi damai seringkali terhambat oleh perbedaan yang mendalam dan kurangnya kepercayaan antara kedua belah pihak. Penting bagi komunitas internasional untuk terus mendorong upaya perdamaian dan mendukung solusi dua negara sebagai jalan keluar dari krisis ini.

Melissa Barrera: 10 Bulan Menganggur Setelah Dipecat Karena Bela Palestina

starsunleash.com – Melissa Barrera, aktris berdarah Meksiko yang terkenal berkat perannya dalam film “In the Heights” dan “Scream,” menghadapi masa sulit setelah dipecat dari proyek film terbarunya akibat pernyataan publiknya yang mendukung perjuangan Palestina. Keputusan untuk memecat Barrera menjadi kontroversi yang melibatkan berbagai pihak, memicu perdebatan tentang kebebasan berbicara dan dampaknya terhadap karir seorang seniman. Selama 10 bulan menganggur, Barrera merenungi situasi ini sambil berjuang untuk menemukan kembali jalannya di industri perfilman.

Pada bulan Mei 2021, ketika konflik antara Israel dan Palestina kembali memanas, Melissa Barrera menggunakan platform media sosialnya untuk menyuarakan dukungannya terhadap rakyat Palestina. Dalam serangkaian unggahan, ia mengekspresikan keprihatinan tentang kekerasan yang terjadi dan menyerukan keadilan bagi warga Palestina. Meskipun niatnya adalah untuk mengadvokasi perdamaian dan hak asasi manusia, pernyataan tersebut menuai kritik dari beberapa pihak, termasuk produser film yang menilai bahwa pernyataannya dapat merugikan citra proyek yang sedang dikerjakan.

Sebagai akibatnya, Barrera dipecat dari proyek film yang sangat diantisipasi, yang telah menjadi jalur karir penting bagi dirinya. Keputusan ini menimbulkan gelombang reaksi di media sosial, dengan banyak penggemar dan aktivis mendukungnya dan mengecam tindakan pemecatan yang dianggap sebagai pembungkaman suara.

Setelah dipecat, Barrera mengalami masa-masa sulit yang penuh ketidakpastian. Selama 10 bulan menganggur, ia merenungkan kembali pilihan yang telah diambil dan dampaknya terhadap karirnya. “Saya merasa kehilangan. Saya mencintai pekerjaan saya dan merasa sangat terhubung dengan karakter yang saya perankan. Tetapi ketika Anda berdiri untuk sesuatu yang Anda yakini, kadang-kadang ada konsekuensi,” ungkap Barrera dalam sebuah wawancara.

Selama periode ini, Barrera tidak hanya berfokus pada mencari pekerjaan baru, tetapi juga berusaha untuk mengatasi tekanan mental dan emosional yang dialaminya. Ia menghabiskan waktu untuk berlatih akting, berpartisipasi dalam kegiatan amal, dan berkomunikasi dengan penggemar yang terus mendukungnya. “Saya menyadari bahwa saya tidak sendirian dalam perjuangan ini. Banyak orang di luar sana yang memperjuangkan keadilan dan hak asasi manusia,” tambahnya.

Setelah hampir satu tahun menganggur, Melissa Barrera akhirnya mendapatkan tawaran untuk kembali ke dunia akting. Ia ditawari peran dalam sebuah film independen yang berfokus pada tema kemanusiaan dan perjuangan. “Saya sangat bersyukur bisa kembali lagi. Film ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi saya untuk berakting, tetapi juga untuk menyampaikan pesan yang penting,” kata Barrera.

Proyek ini menjadi titik balik bagi karirnya, di mana ia dapat mengekspresikan pandangannya tentang isu-isu sosial sambil tetap menjalani passion-nya dalam berakting. Kembalinya Barrera ke layar lebar menunjukkan bahwa meskipun menghadapi berbagai tantangan, ia tetap berkomitmen untuk menjadi suara bagi yang terpinggirkan.

Kembalinya Melissa Barrera ke industri perfilman disambut dengan antusiasme oleh penggemar dan komunitas seni. Banyak yang menyatakan dukungan mereka di media sosial, menyemangati Barrera untuk terus berjuang dan tidak menyerah pada keyakinannya. “Saya selalu percaya pada bakat dan integritas Melissa. Saya senang melihatnya kembali dan berharap yang terbaik untuk karirnya ke depan,” tulis salah satu penggemar di Twitter.

Selain itu, beberapa organisasi hak asasi manusia juga memberikan dukungan kepada Barrera, mengapresiasi keberaniannya untuk berbicara tentang isu-isu yang penting. Mereka menilai bahwa tindakan Barrera dalam berbela Palestina menunjukkan kepedulian sosial yang kuat dan memberikan inspirasi bagi banyak orang untuk tidak takut menyuarakan pendapat mereka.

Pengalaman yang dialami oleh Melissa Barrera memberikan banyak pelajaran berharga, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi para seniman lainnya. “Saya belajar bahwa berdiri untuk apa yang Anda yakini bisa sangat sulit, tetapi itu juga sangat penting. Kita harus berani berbicara, meskipun ada risiko di depan,” ungkapnya.

Barrera berharap bahwa pengalaman ini dapat menginspirasi orang lain untuk tidak takut mengekspresikan pandangan mereka. Ia percaya bahwa seni memiliki kekuatan untuk mengubah dunia dan membawa kesadaran tentang isu-isu yang sering diabaikan. “Saya ingin menggunakan platform saya untuk menciptakan perubahan positif,” ujarnya.

Melissa Barrera menghadapi perjalanan yang penuh liku setelah dipecat dari proyek film akibat dukungannya terhadap Palestina. Meskipun menghabiskan 10 bulan dalam keadaan menganggur, ia berhasil bangkit kembali dan mendapatkan kesempatan baru untuk berakting. Keberaniannya dalam menyuarakan pendapat dan perjuangan untuk hak asasi manusia menunjukkan bahwa seniman memiliki peran penting dalam membentuk opini publik dan memperjuangkan keadilan.

Dengan kembalinya Barrera ke dunia perfilman, diharapkan ia dapat terus menjadi suara bagi mereka yang terpinggirkan dan menginspirasi generasi mendatang untuk berani berbicara dan berjuang demi apa yang mereka yakini benar. Pengalaman hidupnya adalah pengingat bahwa setiap tindakan, sekecil apapun, dapat memiliki dampak yang besar.

Eskalasi Ketegangan: Serangan Roket Hamas dan Respons Militer Israel

starsunleash.com – Konflik berkelanjutan antara Israel dan Hamas telah memasuki fase baru dengan terjadinya peluncuran roket oleh Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, ke arah Tel Aviv. Serangan ini merupakan tanggapan langsung terhadap tindakan militer Israel yang telah menewaskan warga sipil di Jalur Gaza. Menurut laporan dari Aljazeera, sebanyak delapan roket telah ditembakkan dari Gaza menuju pusat Israel, termasuk Tel Aviv, sebagai bentuk pembalasan atas apa yang disebut oleh Brigade Al-Qassam sebagai, “aksi pembantaian Zionis terhadap warga sipil [Palestina].”

Sistem pertahanan udara Israel, Israel Defence Forces (IDF), telah berhasil mengintersepsi beberapa dari roket-roket tersebut. Kejadian ini memicu aktivasi sirene peringatan serangan roket di hampir 30 lokasi di seluruh Israel, menandai situasi darurat nasional. IDF juga mengidentifikasi bahwa roket-roket itu berasal dari Rafah, di selatan Gaza, yang berjarak sekitar 100 kilometer dari Tel Aviv.

Di sisi lain, respon Israel terhadap ancaman dari Hamas tidak hanya terbatas pada pertahanan udara. IDF telah melakukan serangan balasan dengan tujuan menghancurkan basis-basis Hamas di Rafah, yang bertujuan untuk mengeluarkan para milisi dari persembunyian mereka dan membebaskan sandera yang diduga ditahan di wilayah tersebut. Namun, operasi militer yang dilakukan telah menyebabkan korban sipil dan kerusakan pada infrastruktur, dengan laporan dari Reuters mengkonfirmasi kematian lima warga sipil Palestina akibat serangan di Rafah.

Situasi ini diperparah dengan keputusan Mahkamah Internasional (ICJ) yang memerintahkan Israel untuk melanjutkan operasi militernya. Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, dalam sebuah pernyataan resmi mengumumkan peningkatan operasi militer di Rafah, termasuk serangan udara dan darat untuk membongkar kekuatan Hamas.

Konflik ini telah menyebabkan kematian lebih dari 36.000 orang sejak eskalasi pada Oktober 2023, termasuk di wilayah pengungsian Jabaliya di Gaza utara. Situasi terus berkembang dengan dampak yang sangat merugikan bagi kedua belah pihak, menandai periode yang sangat kritis dalam sejarah konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina.

NATO di Persimpangan: Pengakuan Palestina dan Hubungan Strategis dengan Israel

starsunleash.com – Baru-baru ini, Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mendapat sorotan khusus terkait dengan inisiatif beberapa negara anggotanya yang berencana mengakui kemerdekaan Palestina. Langkah ini, yang melibatkan negara-negara seperti Irlandia, Spanyol, dan Norwegia, telah mengundang reaksi keras dari Israel, yang merupakan sekutu dekat beberapa anggota NATO tetapi bukan anggota pakta tersebut. Menurut laporan dari Reuters, sebagai tanggapan terhadap pengakuan ini, Israel telah memanggil kembali duta besarnya dari Irlandia dan Norwegia.

Meskipun sering dianggap sebagai mitra dekat NATO, Israel secara resmi bukan bagian dari aliansi ini. Profesor Adnan Huskic dari Sekolah Sains dan Teknologi Sarajevo mengungkapkan bahwa, meskipun ada kemungkinan NATO akan memihak Israel karena pengaruh besar Amerika Serikat dalam pakta tersebut, terdapat perbedaan pandangan di dalam NATO mengenai tindakan yang seharusnya diambil terkait konflik Israel-Hamas. Huskic, yang dikutip dari Anadolu Agency, menyatakan bahwa NATO saat ini berada dalam dilema untuk menentukan posisi kepentingannya dalam konflik yang sedang berlangsung.

Laporan dari Jewish Institute for National Security of America (JINSI) mengungkapkan bahwa meskipun Israel bukan anggota NATO, negara tersebut telah diakui sebagai sekutu utama non-NATO oleh Amerika Serikat. Hal ini mencerminkan adanya kerjasama yang tidak resmi antara NATO dan Israel, terutama dalam konteks pengembangan dan akuisisi senjata.

Kerjasama ini semakin ditegaskan dengan kunjungan Wakil Sekretaris Jenderal NATO, Mircea Geoana, ke Israel, di mana ia bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk membahas perkembangan sektor pertahanan, terutama dalam bidang teknologi. Faktanya, NATO telah melakukan beberapa pembelian senjata dari Israel, menunjukkan peran penting negara tersebut dalam pengembangan teknologi militer terkini.

Meskipun Israel tidak secara resmi merupakan bagian dari NATO, hubungan pertahanan antara kedua entitas tersebut semakin jelas dan berperan penting dalam konstelasi geopolitik saat ini. Langkah beberapa anggota NATO dalam mengakui Palestina menambahkan dimensi baru dalam hubungan internasional yang melibatkan pakta pertahanan ini.

Kekhawatiran AS Terhadap Pemutusan Hubungan Perbankan Palestina oleh Israel

starsunleash.com – Tindakan Israel yang berencana memblokir bank-bank Palestina dari sistem perbankan global telah menimbulkan kritik dari Amerika Serikat. Menteri Keuangan AS, Janet Yellen, menyampaikan kekhawatirannya terhadap risiko yang ditimbulkan oleh keputusan tersebut, termasuk potensi krisis kemanusiaan di wilayah pendudukan Palestina.

Dalam pernyataannya yang dikutip oleh AFP pada Kamis, 23 Mei, Yellen menekankan pentingnya koneksi perbankan antara Palestina dan Israel. Menurutnya, sistem perbankan yang ada sangat vital untuk mengelola transaksi ekonomi, termasuk impor barang-barang esensial seperti listrik, air, bahan bakar, dan makanan dari Israel ke Palestina, yang nilainya mencapai hampir US$8 miliar setiap tahun. Selain itu, saluran perbankan juga mendukung ekspor Palestina yang bernilai hampir US$2 miliar per tahun.

Yellen telah mengirim surat kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, beberapa bulan yang lalu untuk mengungkapkan keprihatinan ini. “Saya yakin bahwa pemutusan hubungan perbankan ini akan menciptakan krisis kemanusiaan,” ujar Yellen. Dia juga menyatakan bahwa masalah ini akan dibahas dalam pertemuan G7, dimana diharapkan negara-negara lain akan menyuarakan keprihatinan serupa terhadap dampak ekonomi keputusan tersebut terhadap Tepi Barat.

Di sisi lain, Yellen juga menyoroti ancaman Israel untuk memblokir dana yang dikumpulkan untuk Otoritas Palestina. Ancaman ini muncul menyusul rencana beberapa negara, termasuk Norwegia, Irlandia, dan Spanyol, untuk mengakui Palestina sebagai negara. Menurut Yellen, hal ini dapat mengancam stabilitas ekonomi di Tepi Barat.

Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, telah mengancam akan menghentikan transfer dana pajak ke Otoritas Palestina dan mengakhiri peran Norwegia dalam memfasilitasi transfer tersebut. Smotrich menyatakan kekhawatirannya bahwa dana tersebut dapat digunakan oleh Hamas, dan berencana untuk menghentikan semua transfer dana ke Norwegia serta menuntut pengembalian seluruh dana yang telah ditransfer.

Tanggapan Smotrich mengindikasikan bahwa Israel tidak akan memberikan kompensasi kepada bank-bank koresponden yang terlibat dalam transfer dana tersebut mulai akhir bulan mendatang. Kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran lebih lanjut mengenai dampak jangka panjang terhadap hubungan ekonomi dan kemanusiaan di kawasan tersebut.

Peningkatan Konflik di Jenin: Serangan Militer Israel Berakibat Fatal bagi Warga Palestina

starsunleash.com – Dalam rangkaian peristiwa tragis yang terjadi selama dua hari terakhir di Jenin, Tepi Barat, serangan militer oleh Israel telah mengakibatkan kematian sepuluh warga Palestina. Menurut laporan dari Reuters yang dirilis pada tanggal 23 Mei 2024, serangan yang dimulai pada tanggal 21 Mei tersebut telah menewaskan delapan orang pada hari pertama, termasuk seorang profesional medis.

Kementerian Kesehatan Palestina menginformasikan bahwa serangan berlanjut hingga keesokan harinya, Rabu, 22 Mei, dengan korban jiwa bertambah menjadi sepuluh orang. Sejak dimulainya peningkatan kekerasan di Gaza pada Oktober tahun lalu, jumlah korban tewas di Tepi Barat telah mencapai total 516 orang.

Mohammed Mustafa, Perdana Menteri Palestina, dalam pernyataannya pada hari Rabu, menyuarakan kekhawatiran mendalam terkait eskalasi militer yang dilakukan oleh Israel serta serangan yang dilakukan oleh pemukim di Tepi Barat, yang merupakan wilayah yang diharapkan menjadi bagian dari sebuah negara Palestina merdeka di masa yang akan datang bersama dengan Gaza.

Lebih lanjut, laporan dari AFP menyebutkan bahwa konfrontasi yang terjadi di Jenin mulai pagi hari Selasa mengakibatkan 10 orang tewas dan 25 lainnya luka-luka. Seorang koresponden AFP mencatat keberadaan empat jenazah di kamar mayat Rumah Sakit Khalil Suleiman pada hari tersebut.

Militer Israel, dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu, mengatakan bahwa pasukannya telah terlibat dalam pertukaran tembakan dengan individu bersenjata dan telah membunuh beberapa yang mereka sebut sebagai teroris. Dua dari individu tersebut dilaporkan telah melemparkan bahan peledak ke arah pasukan Israel.

Peningkatan kekerasan ini memicu kekhawatiran internasional terhadap potensi eskalasi lebih lanjut, yang dapat meningkatkan ketegangan dan memperburuk situasi kemanusiaan di kawasan tersebut.

Pernyataan Kontroversial Paus Fransiskus Tentang Gaza Dalam Sorotan

starsunleash.com – Dalam pertemuan yang diadakan dengan delegasi warga Palestina, Paus Fransiskus dilaporkan menggunakan istilah yang berat untuk mendeskripsikan keadaan di Gaza. Shireen Awwad Hilal dari Bethlehem Bible College menyampaikan bahwa pemimpin tertinggi Gereja Katolik itu mengakui penderitaan mereka dengan menggambarkannya sebagai “genosida”. Laporan ini dipublikasikan oleh Middle East Eye, menambah dimensi signifikan pada diskusi internasional mengenai konflik tersebut.

Kesaksian dan Reaksi dari Vatikan

Hilal menegaskan bahwa Paus Fransiskus secara spontan menggunakan istilah “genosida” setelah mendengar cerita dari para delegasi tentang kondisi keluarga mereka di Gaza. Di sisi lain, Matteo Bruni, juru bicara Vatikan, tampaknya memberikan konfirmasi yang kurang pasti, mengklaim tidak ada kesadaran tentang penggunaan kata tersebut oleh Paus. Bruni menambahkan bahwa Paus umumnya menyampaikan pesan-pesan yang sesuai dengan apa yang telah disampaikan dalam audiensi publik dan yang merefleksikan situasi yang dihadapi Gaza saat ini.

Latar Belakang Konflik Israel-Palestina

Situasi yang dibahas adalah bagian dari serangan yang dimulai oleh Israel terhadap Palestina sejak 7 Oktober, termasuk deklarasi perang terhadap Hamas. Serangan-serangan tersebut telah mencakup target-target sipil, termasuk fasilitas kesehatan, yang meningkatkan urgensi bagi resolusi konflik.

Menuju Gencatan Senjata

Dalam perkembangan terbaru, Israel dan Hamas telah mencapai kesepakatan untuk gencatan senjata yang diharapkan akan diberlakukan dalam kurun waktu 24 jam. Kesepakatan ini adalah langkah penting menuju pengurangan kekerasan dan, yang diharapkan, pergerakan menuju perdamaian dan pemulihan bagi warga yang terdampak.

Demonstrasi Pelajar di Australia sebagai Respons terhadap Krisis di Gaza

starsunleash.com – Pelajar dari berbagai institusi pendidikan di Melbourne dan Adelaide telah mengorganisir demonstrasi formal sebagai tindakan solidaritas terhadap kondisi yang sedang berlangsung di Jalur Gaza. Demonstrasi ini merupakan ekspresi keprihatinan mereka terhadap ketegangan yang terjadi sejak tanggal 7 Oktober dan dampaknya terhadap anak-anak Palestina.

Pengumpulan Siswa di Pusat Kota Melbourne

Menurut laporan ABC News, siswa-siswa sekolah menengah atas (SMA) di Melbourne secara kolektif meninggalkan kelas dan berkumpul di Stasiun Flinders Street. Tujuan mereka adalah untuk menyuarakan dukungan terhadap perjuangan Palestina, meminta penghentian konflik, serta menyerukan penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza serta Tepi Barat.

Tuntutan Pelajar Terhadap Kebijakan Luar Negeri Australia

Para siswa mendesak pemerintah Australia untuk mengakhiri dukungan mereka kepada Israel, sebuah desakan yang dirilis oleh Al Jazeera. Aksi demonstrasi oleh para pelajar ini telah menimbulkan perhatian dan kekhawatiran di antara para pemimpin senior di Australia terkait kemungkinan pembentukan perpecahan sosial akibat keterlibatan pelajar dalam isu politik.

Posisi Pemerintah Negara Bagian Victoria

Menteri Pendidikan Victoria, Ben Carroll, telah menyampaikan peringatan kepada pelajar untuk tetap berada di lingkungan sekolah. Beliau menekankan bahwa lingkungan pendidikan merupakan tempat yang paling sesuai untuk siswa, mengindikasikan bahwa pendidikan tidak seharusnya digantikan oleh aktivitas demonstrasi.

Ekspresi Kekuatan Suara Muda

Seorang siswa berusia 17 tahun, Layla, menyatakan frustrasinya terhadap situasi yang terjadi di Gaza dan menyoroti pentingnya partisipasi generasi muda dalam advokasi dan bantuan bagi rakyat Palestina. Siswa lain, Leila, menegaskan bahwa para siswa memiliki hak untuk mengambil sikap politik, terutama saat pendidikan mereka sendiri berhadapan dengan tantangan serius akibat konflik.

Demonstrasi di Adelaide

Di Adelaide, sekitar seratus mahasiswa berkumpul dalam kondisi cuaca yang kurang mendukung untuk menyampaikan protes mereka. Zain Baroudi, seorang demonstran, menyuarakan pentingnya tindakan proaktif dibandingkan kepasifan dalam menghadapi tragedi kemanusiaan di Gaza.

Signifikansi Suara Mahasiswa dalam Diskursus Publik

Mahasiswa yang bernama Melak Khaleel memberikan pandangan bahwa suara mahasiswa adalah bagian integral dari diskursus publik dan harus dianggap serius, terlepas dari usia mereka.

Kesadaran Politik di Kalangan Pelajar

Bibi Sediqi, siswa kelas 11, menekankan bahwa meskipun usia mereka masih tergolong muda, mereka memiliki kesadaran yang tinggi tentang situasi di Gaza dan merasa penting untuk menyuarakan dukungan bagi hak-hak warga Palestina.

Latar Belakang Berlanjutnya Agresi

Latar belakang demonstrasi ini adalah berlanjutnya agresi militer oleh Israel terhadap Gaza yang telah menyebabkan kerugian nyawa yang signifikan, termasuk di antaranya banyaknya anak-anak yang menjadi korban.

Harapan atas Gencatan Senjata

Dengan adanya perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas, terdapat sebuah harapan baru akan terciptanya perdamaian. Sementara detail implementasi gencatan senjata masih belum jelas, adanya pertukaran sandera yang direncanakan dapat menjadi langkah awal positif dalam proses deeskalasi.

Indonesia Mengungkapkan Kekecewaan Terhadap Veto AS pada Keanggotaan Palestina di PBB

starsunleash.com – Amerika Serikat telah menggunakan hak vetonya untuk menghalangi upaya Palestina menjadi anggota penuh di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Tindakan ini kembali menegaskan posisi AS yang kontroversial dalam kaitannya dengan status Palestina di kancah internasional.

Reaksi Indonesia terhadap Penggunaan Veto oleh AS

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, menyatakan kekecewaannya atas langkah yang diambil oleh AS. Dalam sebuah pernyataan resmi yang disampaikan di Jakarta pada tanggal 26 April 2024, Retno menegaskan bahwa meskipun adanya veto ini, Indonesia akan terus melakukan upaya diplomatik untuk mendukung Palestina.

Dukungan Indonesia Terhadap Palestina

Indonesia memiliki sikap tegas dalam mendukung keanggotaan penuh Palestina di PBB, sebuah prinsip yang telah jelas dan diterapkan secara konsisten dalam diplomasi luar negeri Indonesia. Retno menegaskan bahwa semua diplomat Indonesia telah diinstruksikan untuk menjunjung tinggi dan memperjuangkan posisi ini dalam tugas mereka.

Upaya Diplomatik Indonesia Mencakup Koordinasi Internasional

Kementerian Luar Negeri Indonesia terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai negara, termasuk Hungaria dan Kanada, sebagai bagian dari strategi diplomatik untuk menangani situasi ini. Tujuannya adalah untuk mencari cara-cara yang dapat menurunkan eskalasi dan menghindari penyebaran konflik.

Penekanan pada Deskalasi Konflik

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menekankan pentingnya upaya deeskalasi dalam situasi konflik saat ini. Beliau menyatakan bahwa ada kewajiban kolektif untuk mengambil langkah-langkah yang dapat mencegah konflik merambat lebih luas, sejalan dengan komitmen Indonesia untuk berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas regional serta global.

Latar Belakang Terbentuknya “HAMAS” Yang Menjadi Entitas Politik Militer Palestina

STARUNLEASH – Hamas, yang dalam bahasa Arab berarti “gerakan perlawanan,” merupakan entitas politik dan militer Palestina yang memegang peranan kunci dalam perselisihan antara Israel dan Palestina. Berdiri pada tahun 1987, gerakan ini muncul bersamaan dengan intifada pertama, yaitu pemberontakan terhadap penjajahan Israel di wilayah Palestina. Dalam tulisan ini, kita akan menyelusuri jejak pendirian Hamas, mengkaji konteks historis yang melatarbelakanginya, serta memahami bagaimana peranannya berkembang dalam kancah politik Palestina.

Berakar pada tahun 1987 sebagai respon langsung atas kondisi politik dan sosial yang tegang di wilayah Palestina, Hamas tumbuh dari cabang lokal Ikhwanul Muslimin, sebuah organisasi Islam internasional yang didirikan di Mesir pada 1928. Dipimpin oleh Sheikh Ahmed Yassin, kelompok ini mulai menyediakan layanan sosial, pendidikan, dan keagamaan kepada masyarakat Palestina, dalam upaya mendapatkan dukungan di tengah keadaan sosioekonomi yang menantang.

Kebangkitan Hamas berkaitan erat dengan meningkatnya ketidakpuasan terhadap penjajahan Israel dan kegagalan fraksi Palestina yang ada dalam meraih kemajuan berarti dalam perjuangan nasional mereka. Intifada pertama yang pecah pada tahun 1987 memberikan dorongan bagi Hamas untuk menegaskan dirinya sebagai pemain baru dalam perlawanan.

Dalam manifesto yang diterbitkan tahun 1988, Hamas menyatakan dedikasinya pada Islam sebagai dasar dari struktur kehidupan politik, sosial, dan ekonomi di Palestina, serta menekankan pada tujuan pembebasan wilayah Palestina dari cengkeraman Israel. Organisasi ini menolak pengakuan atas negara Israel dan mengadvokasi pendirian negara Palestina yang mencakup wilayah Israel saat ini, bersama dengan Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Sejak awalnya, Hamas telah mengembangkan dua divisi utama satu yang bergerak dalam bidang sosial dan politik, dan lainnya adalah sayap militer, dikenal sebagai Brigade Izz al-Din al-Qassam. Gerakan ini terkenal dengan serangan-serangannya terhadap sasaran-sasaran Israel, termasuk aksi-aksi bunuh diri yang meningkat selama intifada kedua di awal 2000-an.

Israel telah bereaksi terhadap kegiatan Hamas dengan serangkaian tindakan militer besar-besaran serta pemblokiran ekonomi terhadap Jalur Gaza, yang sejak tahun 2007 berada di bawah kontrol Hamas. Komunitas internasional memiliki pandangan yang beragam terhadap Hamas. Beberapa negara, termasuk Amerika Serikat dan Uni Eropa, menganggap Hamas sebagai organisasi teroris, sementara negara lain mengakui mereka sebagai perwakilan yang sah dari keinginan rakyat Palestina.

Seiring berjalannya waktu, Hamas telah mengalami transformasi politik dari gerakan perlawanan bersenjata menjadi partai yang berpartisipasi dalam politik Palestina secara lebih konvensional. Dalam pemilihan legislatif Palestina tahun 2006, Hamas berhasil mengejutkan banyak pengamat dengan kemenangan mereka, menandai peralihan penting dari aktivitas militan menjadi keterlibatan politik resmi.

Di wilayah yang dikuasai oleh Hamas, kelompok ini telah memainkan peran penting dalam penyediaan layanan sosial, pendidikan, dan kesehatan, seringkali menggantikan peran pemerintahan yang kurang efektif. Kendati hal ini meningkatkan dukungan dari penduduk Palestina, sikap keras Hamas terhadap Israel dan penolakannya mengakui negara tersebut telah memicu isolasi dan kesulitan ekonomi yang lebih besar bagi penduduk Gaza.

Dari dasar gerakan perlawanan, Hamas telah berkembang menjadi pemain politik kunci di Palestina. Meskipun mereka memperoleh dukungan signifikan dari penduduk Palestina atas pendekatan perlawanan dan layanan sosial mereka, tindakan Hamas juga menyebabkan dampak internasional yang besar dan menambah kompleksitas situasi di wilayah tersebut. Sejarah dan perkembangan Hamas mencerminkan kerumitan dan ketegangan dalam konflik Israel-Palestina, yang terus mempengaruhi dinamika politik baik di tingkat regional maupun internasional hingga saat ini.

Kenapa Indonesia Tidak Kirim TNI Ke Palestina? Ini Dia Penjelasannya..!!!

STARUNLEASH – Indonesia dan Palestina menjalin hubungan yang kuat dan historis, terutama dalam hal dukungan politik dan diplomasi. Namun, soal pengiriman pasukan militer, Indonesia terkendala oleh berbagai aspek hukum internasional, kebijakan politik, dan pertimbangan militer. Artikel ini akan membahas alasan mengapa Indonesia, meskipun secara terbuka mendukung kemerdekaan Palestina, tidak dapat mengirimkan pasukan militer untuk memberikan dukungan langsung di wilayah tersebut.

1. Ketentuan Hukum Internasional dan Piagam PBB

Sebagai negara yang mematuhi hukum internasional dan anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Indonesia menghormati prinsip-prinsip yang tertuang dalam Piagam PBB. Piagam tersebut dengan jelas membatasi penggunaan kekuasaan militer terhadap kedaulatan suatu negara tanpa persetujuan yang sah dari PBB atau tanpa permintaan langsung dari negara yang bersangkutan.

2. Ketiadaan Mandat dari PBB

Intervensi militer ke wilayah negara lain memerlukan mandat resmi dari Dewan Keamanan PBB. Sampai saat ini, belum ada mandat yang diberikan kepada negara anggota, termasuk Indonesia, untuk mengerahkan pasukan militer ke Palestina. Tanpa mandat ini, setiap tindakan militer akan dianggap melawan hukum internasional.

3. Prinsip Kebijakan Luar Negeri Indonesia

Indonesia konsisten dengan prinsip non-intervensi dalam kebijakan luar negerinya dan selalu mengutamakan penyelesaian konflik melalui jalan damai, dialog, dan diplomasi. Mengirim pasukan militer dapat ditafsirkan sebagai intervensi dalam urusan domestik negara lain, yang berpotensi merusak citra Indonesia sebagai pendukung perdamaian dan kestabilan.

4. Dampak terhadap Hubungan Bilateral

Indonesia mempertahankan hubungan diplomatik yang luas dengan berbagai negara. Langkah mengirim pasukan ke Palestina dapat mempengaruhi hubungan bilateral dengan negara lain, termasuk Israel dan sekutunya, yang dapat berdampak pada aspek ekonomi, politik, dan keamanan Indonesia.

5. Kendala Logistik dan Militer

Mobilisasi pasukan militer ke luar negeri memerlukan perencanaan logistik yang matang dan sumber daya yang cukup. Dengan kapasitas militer dan anggaran pertahanan yang terbatas, Indonesia mungkin akan menemui kesulitan dalam melakukan operasi militer di wilayah yang jauh dan terdampak konflik berkepanjangan seperti Palestina.

6. Risiko dan Konsekuensi

Pengiriman pasukan tidak lepas dari risiko tinggi, yang tidak hanya berpengaruh pada keselamatan pasukan tetapi juga dapat membahayakan warga negara Indonesia di manapun mereka berada. Risiko aksi balasan juga menjadi pertimbangan penting yang dapat mengganggu kepentingan Indonesia di tingkat internasional.

7. Dedikasi pada Penyelesaian Damai

Indonesia secara konstan mendukung penyelesaian damai untuk konflik antara Palestina dan Israel, termasuk solusi dua negara yang telah diakui secara global. Pengiriman pasukan militer bisa dipandang sebagai langkah yang bertentangan dengan dedikasi ini dan dapat mengurangi peran Indonesia sebagai mediator atau penengah dalam penyelesaian konflik.

Meskipun berkomitmen pada dukungan terhadap Palestina, Indonesia memilih untuk tidak mengirim pasukan militer karena alasan-alasan di atas. Negara ini lebih memilih untuk memberikan dukungan melalui mekanisme diplomasi dan bantuan kemanusiaan, yang selaras dengan prinsip-prinsip internasional, serta kebijakan luar negeri yang dianut oleh Indonesia.

Penyebab Konflik Israel Dan Palestina Tidak Bisa Ditengahi Negara Internasional Lainnya

STARUNLEASH – Perseteruan yang berlarut-larut antara Israel dan Palestina adalah salah satu dilema global yang paling rumit dan berkelanjutan. Situasi di wilayah konflik sering kali memunculkan pertanyaan seputar rendahnya efektivitas tanggapan komunitas internasional atas tindakan Israel terhadap Palestina. Berikut ini akan kita bahas faktor-faktor yang berkontribusi atas kondisi tersebut.

Alasan kunci di balik kondisi ini seringkali adalah adanya rintangan politik dan diplomatik. Israel menjalin ikatan yang kuat dengan beberapa negara berpengaruh, khususnya Amerika Serikat, yang sering kali memanfaatkan hak veto di Dewan Keamanan PBB untuk menolak resolusi yang dipandang merugikan Israel. Keterlibatan langsung dalam konflik ini juga dihindari oleh sejumlah negara karena faktor hubungan bilateral, pertimbangan geopolitik, dan pertimbangan atas konsekuensi lebih luas di kawasan tersebut.

Peranan hukum internasional sangat krusial dalam mengatasi pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan perang. Namun, aplikasi hukum internasional ini kerap terkendala oleh perbedaan interpretasi dan politisasi isu. Terdapat tuduhan pelanggaran yang dilakukan Israel, seperti pembangunan permukiman ilegal dan penggunaan kekuatan secara berlebihan, namun pihak Israel mengklaim tindakan mereka berada dalam kerangka hukum sebagai bentuk pembelaan diri dari ancaman.

Media massa mempunyai pengaruh besar dalam membentuk persepsi publik dan narasi seputar konflik ini. Pemberitaan yang tidak seimbang dan terbatasnya akses wartawan ke daerah konflik kerap kali mengakibatkan penyajian informasi yang tidak komprehensif atau berat sebelah. Hal ini mempengaruhi pemahaman global mengenai situasi aktual dan bisa menghambat keinginan untuk tindakan internasional.

Banyak negara bertindak atas dasar kepentingan nasional mereka. Hubungan ekonomi dan strategis dengan Israel, termasuk perdagangan, investasi, dan kerjasama militer, membuat negara-negara tersebut berhati-hati dalam mengeluarkan kritik atau tindakan terhadap Israel. Kepentingan ekonomi ini seringkali mengambil prioritas daripada kepedulian terhadap hak asasi manusia atau hukum internasional.

PBB dan lembaga internasional lainnya menjadi tempat dimana isu hak asasi manusia dapat diangkat. Namun, struktur kekuasaan di dalam lembaga-lembaga tersebut sering kali membatasi kapasitas mereka untuk bertindak. Lobi dan diplomasi yang terjadi di balik layar juga bisa mempengaruhi hasil diskusi, terutama jika melibatkan sekutu dari salah satu anggota permanen Dewan Keamanan.

Isu konflik Israel-Palestina dan tindakan Israel terhadap Palestina merupakan topik yang sangat sensitif dan kompleks. Beragam aspek politik, hukum, ekonomi, dan media memainkan peran dalam menciptakan reaksi internasional yang seringkali tampak lambat dan kurang memadai. Pencarian solusi atas masalah ini membutuhkan pendekatan yang lebih seimbang, transparan, dan adil yang menghormati hukum internasional serta hak asasi manusia. Peran serta komunitas internasional yang lebih efektif dan netral sangat diperlukan dalam upaya menciptakan perdamaian dan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.

Prancis Bergerak, Makron Hubungi Netanyahu Dan Serukan Gencatan Senjata Abadi Di Gaza

STARUNLEASH – Sebelum konflik berdarah di Jalur Gaza, Palestina, serangan-serangan yang dilancarkan oleh pasukan Israel telah mengakibatkan kehilangan nyawa yang signifikan di kalangan warga sipil. Sampai saat ini, telah tercatat jumlah korban yang sangat besar di Gaza, dengan total mencapai sekitar 21.000 orang yang meninggal.

Selain itu, Israel kini juga tengah terlibat dalam pertikaian dengan kelompok Hizbullah di Lebanon. Pertikaian ini bermula karena Hizbullah melancarkan serangan ke Israel sebagai respons terhadap tindakan militer Israel yang dianggap semena-mena terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.

Ketegangan juga meningkat antara Israel dan Iran, menyusul insiden pembunuhan seorang pejabat tinggi Korps Garda Revolusi Islam Iran, Jenderal Razi Mousavi, oleh Israel. Kejadian ini terjadi ketika sang jenderal berada di Damaskus, ibu kota Suriah.

Di tengah situasi yang memburuk, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, telah mengambil langkah dengan menyerukan gencatan senjata yang permanen di Jalur Gaza. Penyeruan ini dilakukan melalui percakapan telepon dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di tengah meningkatnya krisis kemanusiaan yang terjadi di wilayah Palestina tersebut.

Pembicaraan antara Macron dan Netanyahu berlangsung melalui telepon pada hari Rabu, 27 Desember 2023. Dari kantor kepresidenan Prancis, terungkap bahwa Macron telah menyuarakan kebutuhan ‘Gencatan Senjata Permanen’ sambil berbicara dengan Netanyahu.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor kepresidenan Prancis, negara tersebut akan bekerjasama dengan Yordania untuk melakukan operasi kemanusiaan di Gaza dalam waktu dekat.

Macron, yang telah menjalin hubungan dekat dengan Netanyahu sebelum eskalasi konflik di Jalur Gaza, menyampaikan keprihatinannya terhadap jumlah korban sipil yang besar dan kondisi darurat kemanusiaan yang terjadi di enklave Palestina saat berdiskusi dengan Perdana Menteri Israel.

Selama percakapan tersebut, Macron juga menegaskan pentingnya mengambil langkah untuk menghentikan tindakan kekerasan oleh pemukim Israel terhadap warga sipil Palestina di Tepi Barat dan mencegah perluasan pemukiman yang sudah direncanakan.

Dari sisi lain, kantor Perdana Menteri Israel melaporkan bahwa Netanyahu mengucapkan terima kasih kepada Macron atas dukungan Prancis dalam menjaga kebebasan navigasi dan kesediaannya untuk membantu meningkatkan keamanan di perbatasan Israel dengan Lebanon.

Netanyahu Minta 3 Syarat Untuk Capai Perdamaian Di Gaza

STARUNLEASH – Sebelumnya, pada tanggal 7 Oktober 2023, faksi militan Palestina yang dikomandoi oleh Hamas menyerbu dan melancarkan serangan skala besar ke Israel dari wilayah Jalur Gaza. Mereka berhasil menembus dinding pemisah antara Gaza dan Israel serta menerjang masuk melalui titik-titik penyeberangan perbatasan menuju pemukiman dan fasilitas militer Israel yang berdekatan.

Dari wilayah Jalur Gaza, sekitar 3.000 proyektil roket telah diluncurkan oleh militan Hamas saat mereka menerobos ke dalam wilayah Israel, mengakibatkan kematian sedikitnya 900 penduduk Israel. Sebagai tanggapan, Israel telah melaksanakan serangan balik dengan menggempur bangunan penting dan target militer, termasuk 20 insiden penyerangan yang mengenai infrastruktur sipil seperti rumah-rumah, masjid, rumah sakit, dan bank.

Pada tanggal 21 Desember, Hamas menyatakan bahwa serangan tanpa perhitungan dari Israel telah merenggut nyawa lebih dari 20.000 orang di wilayah Gaza, Palestina. Dari jumlah tersebut, 40% adalah anak-anak dan wanita yang tidak terlibat dalam konflik.

Baru-baru ini, pada hari Selasa, tanggal 26 Desember 2023, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengumumkan bahwa ada tiga kondisi yang harus dipenuhi untuk mencapai perdamaian dengan Hamas di Jalur Gaza. Hal ini diungkapkan setelah beliau sebelumnya memberikan peringatan bahwa konflik antara Israel dan Hamas yang dimulai sejak awal Oktober akan semakin meningkat.

Serangan yang terus-menerus ini telah menyebabkan kerusakan besar di Jalur Gaza, dan konflik ini semakin memperparah ketegangan di Timur Tengah, dengan semakin banyaknya desakan dari komunitas internasional agar diadakan gencatan senjata. Netanyahu telah menyatakan di depan media bahwa Israel akan terus melanjutkan serangan.

“Hamas harus dilenyapkan, Gaza harus didemiliterisasi, dan masyarakat Palestina harus di deradikalisasi. Itu adalah tiga syarat yang ditetapkan Israel untuk perdamaian dengan Palestina di Gaza,” ujar Netanyahu pada hari Selasa, tanggal 26 Desember 2023.

Selain itu, ia juga menambahkan bahwa proses demiliterisasi akan melibatkan pembentukan zona keamanan sementara di sekitar wilayah Jalur Gaza oleh pasukan Israel.

“Ke depan, Israel harus tetap memegang kendali atas keamanan utama di Gaza,” lanjutnya.

Pernyataan ini diungkapkan Netanyahu setelah memberikan peringatan kepada anggota partainya, Likud, bahwa konflik di Jalur Gaza akan berkepanjangan dan bahwa Israel tidak akan menghentikan perjuangannya melawan Hamas.

“Kita tidak akan berhenti. Kita akan meningkatkan intensitas pertarungan dalam beberapa hari ke depan,” tegas Netanyahu.

Sebelumnya pula, pada tanggal 13 Desember, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, mengingatkan Netanyahu dan seluruh pemerintah Israel bahwa mereka berisiko kehilangan dukungan internasional karena pengeboman yang tidak memilih-milih dalam perang melawan Hamas di Jalur Gaza. Banyak korban jiwa tak berdosa yang tidak terlibat dalam serangan atau konflik harus menghadapi kematian yang tragis akibat serangan rudal atau tembakan.

“Mereka mulai kehilangan dukungan karena pengeboman yang tidak pandang bulu di Gaza. Ini adalah pemerintahan yang paling konservatif dalam sejarah Israel. Dia (Netanyahu) harus mengubah arah pemerintahannya. Pemerintah Israel membuat situasi ini menjadi sangat sulit,” ucap Joe Biden.

Menteri Luar Negeri Israel, Eli Cohen, pada hari Rabu, tanggal 13 Desember 2023, dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Luar Negeri Australia, Tim Watts, di Yerusalem Barat, telah menyuarakan pendirian negaranya.

Dia menegaskan bahwa Israel akan terus melaksanakan operasi militer di Gaza, dengan atau tanpa dukungan internasional, dan menyatakan bahwa Israel akan selalu bertindak profesional dan tanggap dalam memerangi terorisme yang terjadi di Israel pada bulan Oktober lalu.

Lansia Palestina Yang Berumur 79 Tahun ‘Lebih Tua Dari Negara Israel’ Tewas Tertembak Sniper

STARSUNLEASH – Pada hari Sabtu, 9 Desember 2023, seorang pria Palestina berusia 79 tahun bernama Hadia Nasr meninggal dunia setelah ditembak oleh penembak jitu Israel di Jalur Gaza.

Dilaporkan bahwa nenek Hadia Nasr lahir di Israel pada tahun 1944, atau empat tahun sebelum perang yang memicu berdirinya Israel dan perpindahan massal ratusan ribu warga Palestina. Berita ini menjadi viral di media sosial saat jurnalis Palestina mengunjungi nenek Nasr di rumah sakit akibat serangan udara Israel.

Setelah perawatan nya selesai, nenek Hadia diketahui menolak saat disuruh untuk mengungsi dan lebih memilih untuk pulang ke rumahnya yang berada di jalur gaza. Tetapi saat nenek Hadia sedang berjalan menuju rumahnya, dia tertembak di bagian kepala oleh penembak jitu Israel di bagian kepala dan meninggal di tempat.

Puluhan Warga Palestina Ditelanjangi Di Gaza, Israel Dikecam Seluruh Negara

STARSUNLEASH – Setelah video dan foto yang tersebar luas dan viral pada Jumat (8/12/2023) yang menunjukkan puluhan pria Palestina yang ditangkap di Jalur Gaza dilucuti pakaiannya dan dipaksa berlutut, bahkan beberapa di antara mereka diikat tangan dan matanya ditutup, militer Israel saat ini dikecam banyak lembaga kemanusiaan.

Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan bahwa mereka prihatin dengan gambar-gambar yang tersebar luas tersebut dan menegaskan bahwa setiap tahanan harus diperlakukan secara manusiawi dan bermartabat. Sebelum ini, militer Israel telah meminta warga Palestina untuk meninggalkan wilayah Jalur Gaza yang akan digunakan dalam operasi untuk menghancurkan Hamas. Akibatnya, 240 orang disandera.

“Kami sangat menekankan pentingnya memperlakukan semua orang yang ditahan secara manusiawi dan bermartabat, sesuai dengan hukum kemanusiaan internasional yang berlaku bagi seluruh umat manusia di dunia ini.” Ucap Penasihat Hubungan ICRC, Jessica Moussan.

Ratusan Korban Jiwa Berjatuhan Setelah Gencatan Senjata Israel Hamas Berakhir

STARSUNLEASH – Setelah masa gencatan senjata berakhir pada Jumat (1/12/2023), Israel melancarkan serangan besar ke Gaza dan Palestina, yang mengakibatkan ratusan kematian.

Sejak gencatan senjata berakhir, militer Israel melakukan sejumlah serangan udara ke Jalur Gaza setelah mencegat sebuah roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza. Pihak Israel menuduh Hamas melanggar kesepakatan, dan mereka telah menyerang lebih dari 400 target Hamas di Jalur Gaza. Pada serangan pertama, sedikitnya 29 orang tewas, dan di beberapa daerah lain yang terkena serangan, diperkirakan ratusan orang tewas.

“Ratusan serangan udara, artileri dan bombardir angkatan laut, dimana-mana di Jalur Gaza. Banyak korban jiwa berjatuhan di lokasi tersebut. Secara khusus menargetkan Khan Yunis, dimana puluhan rumah dihancurkan oleh mereka dengan para penghuninya di dalam” Ucap Hamas dalam sebuah pernyataan di depan media.

Pasukan Israel Bunuh 2 Anak Palestina Saat Gencatan Senjata

STARSUNLEASH – Diketahui pada Rabu (29/11/2023), dua remaja berusia 9 dan 15 tahun ditembak oleh pasukan Israel di wilayah Jenin di Tepi Barat Palestina. Anak-anak tersebut meninggal dunia setelah terkena tembakan di dada dan kepala.

Kementrian Kesehatan Palestina mengumumkan hal ini setelah gencatan senjata antara Israel dan Kelompok Hamas untuk pembebasan sandera. Selain itu, beberapa media melaporkan kepada kantor berita Palestina Wafa bahwa penduduk lingkungan Ad-Damj dipaksa untuk meninggalkan rumah mereka di bawah serangan senjata tentara Israel, yang juga menghancurkan jalan-jalan.

Pada Selasa, 28 November 2023, Tepi Barat dideklarasikan sebagai zona militer tertutup Israel , dan memulai penggusuran wilayah tersebut. Selain itu, terlihat sejumlah besar Buldoser Israel yang menghancurkan infrastruktur, seperti jaringan air, listrik, dan pembuangan limbah, dan mengakibatkan kerusakan pada sejumlah kendaraan di kamp.

Hamas Meminta Perpanjang Gencatan Senjata Dengan Israel Saat Ingin Masuk Hari Terakhir

STARSUNLEASH – Konflik berkepanjangan antara militer Israel dan kelompok Hamas dari di kota Gaza telah mencapai gencatan senjata, yang disyaratkan dengan pembebasan tawanan dari kedua kubu tersebut dari Jumat (24/11) hingga Selasa (28/11). Namun, diketahui bahwa kelompok Hamas ingin gencatan senjata diperpanjang selama dua atau empat hari lagi.

Dalam proses gencatan senjata yang dilakukan dua kubu tersebut, Hamas membebaskan banyak sandera dengan imbalan lebih dari seratus tawanan Palestina yang dibebaskan oleh Israel. Mendekati hari terakhir gencatan senjata, kelompok Hamas telah mengisyaratkan perpanjangan gencatan senjata dimana mereka menjamin pembebasan lebih dari 20 hingga 40 tahanan Israel jika disetujui. Namun belum ada balasan pasti dari pihak Israel untuk memperpanjang gencatan senjata yang bisa menguntungkan kedua pihak tersebut.

“Itulah tujuan saya, itulah tujuan kita, untuk melanjutkan jeda ini hingga besok dan setelahnya, sehingga kita bia terus melihat banyak sandera yang keluar dan memberikan lebih banyak bantuan kemanusiaan kepada mereka yang membutuhkan di Gaza.” Ucap Presiden AS Joe Biden.

1 Orang Tewas Di Jalan Saat Bentrokan Bela Palestina Vs Ormas Berlangsung

STARSUNLEASH– Sampai saat ini, demonstrasi untuk membela Palestina di Bitung, Sulawesi Utara, masih terjadi bentrok dengan salah satu Ormas. Minggu, 26 November 2023, ada peristiwa yang mengakibatkan kematian satu orang dan dua orang lainnya luka-luka.

Menurut Kapolres Bitung, AKBP Tommy Bambang Souissa, peristiwa tersebut terjadi pada hari Sabtu, 25 November 2023, saat salah satu Ormas merayakan acara di sekitar GOR Dua Saudara, Bitung. Pada saat yang sama, sejumlah besar orang yang mendukung Palestina melintasi lokasi, yang mengakibatkan bentrok tak terhindarkan. Selain itu, Tommy mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga keamanan di sekitar wilayah Bitung dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas kebenarannya.

“Kami menghimbau supaya masyarakat tidak mudah terprovokasi itu, apabila dia melihat video-video yang beredar, itu belum tentu kebenarannya dan di himbau tidak emosi seperti itu.” Ucap Tommy.

Massa Aksi Bela Palestina Dan Israel Di Sulawesi Utara Bentrok Di Jalan

STARSUNLEASH – Di ruas jalan kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), pada Sabtu (25/11/2023) sore hari, terjadi bentrokan antara kelompok yang mendukung Palestina dan kelompok yang mendukung Israel. Polisi juga datang untuk mengamankan.

Menurut Irjen Setyo Budiyanto, Kapolda Sulawesi Utara, massa tersebut terdiri dari dua kelompok Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). Aparat TNI-Polri segera bergerak untuk meredam dua kelompok besar yang mungkin akan memulai kekerasan. Selain itu, beberapa individu yang melakukan penyerangan sedang ditahan oleh pihak kepolisian untuk mencegah munculnya masalah yang lebih besar.

“Sekarang masing-masing pihak kondisinya sudah rata-rata sudah kembali ke rumah masing-masing. Tinggal kita nanti melakukan patroli, meningkatkan pengamanan supaya malam ini mudah-mudahan sampai besok dan seterusnya situasi semakin kondusif dan aman.” Ucap Setyo.

Usulan Gencatan Senjata Antara Israel Dan Hamas Di Tolak Presiden Biden

STARSUNLEASH – Sebelum ini, Presiden Indonesia Joko Widodo menyatakan dukungannya untuk gencatan senjata awal pekan ini di Gedung Putih. Namun, pada hari Minggu, 19 November 2023, Presiden Amerika Joe Biden terus menolak dengan alasan khusus yang dia anggap dapat menguntungkan kedua belah pihak.

Biden menyatakan bahwa gencatan senjata hanya akan menguntungkan Hamas karena mereka akan memanfaatkannya untuk membangun kembali stok roket, memposisikan kembali pejuang, dan memulai kembali pembunuhan dengan menyerang orang yang tidak bersalah. Namun, Biden tetap tidak membenarkan tindakan Israel; dia meminta pemerintah dan militer Israel untuk menghormati hukum humaniter internasional dan mengurangi korban sipil dalam kampanyenya di daerah kota Gaza, Palestina.

“Selama Hamas berpegang teguh pada ideologi kehancurannya, gencatan senjata saat ini bukanlah perdamaian. Hasil buruknya hanya akan kembali membuat Hamas menguasai Gaza, melanggengkan kebenciannya dan menghilangkan kesempatan warga sipil Palestina untuk membangun sesuatu yang lebih baik bagi diri mereka sendiri.” Ucap Biden.

“Rakyat Palestina berhak mendapatkan negara mereka sendiri dan masa depan yang bebas dari Hamas. Saya juga patah hati melihat gambaran di Gaza dan kematian ribuan warga sipil, termasuk anak-anak.” Lanjutnya.

Jokowi Berbicara Lantang Soal Rakyat Gaza Yang Tertindas Di AS

STARSUNLEASH – Presiden Jokowi, Presiden Republik Indonesia, berbicara dengan lantang pada forum APEC Economic Leader Retreat di Moscone Center di San Fransisco, Amerika Serikat, pada hari Sabtu (18/11/2023) tentang pembangunan ekonomi yang inklusif dan konflik di Gaza yang telah membunuh banyak orang yang tidak bersalah di Palestina.

Pada awalnya, Jokowi berbicara tentang konflik di Gaza, yang telah membunuh ribuan orang Palestina. Jokowi menyatakan bahwa rakyat Gaza tidak dapat memikirkan cara apa pun untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan mereka karena fokus mereka saat ini adalah bagaimana bertahan dari serangan Israel.

Jokowi kemudian berbicara tentang peluang ekonomi yang besar di wilayah Asia Pasifik. Dia menyarankan untuk menggunakan teknologi digital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, salah satunya dengan mengintegrasikan usaha mikro kecil menengah (UMKM) ke dalam ekosistem digital.

“Sebelum kita mulai pembahasan politik tentang pembangunan yang inklusif, mari kita sejenak memikirkan tentang masyarakat di Gaza. Jangankan pembangunan, saat ini saja hidup mereka tidak dihormati.” Kata Jokowi dalam acara APEC Economic Leader Retreat di Moscone Center, San Francisco, Amerika Serikat.

Netanyahu Disebut Tidak Mau Menghentikan Perang Sampai Rakyat Palestina Pergi

STARSUNLEASH – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang juga dikenal sebagai “Bibi” oleh warga Israel, bertanggung jawab atas penyerangan yang terjadi di kota Gaza. Dia menjabat sebagai Perdana Menteri Israel sejak Desember 2022, dan memulai karir politiknya dari tahun 1996. Hingga saat ini, Benjamin Netanyahu bertanggung jawab atas operasi pencarian kelompok teroris Hamas yang bersembunyi di wilayah Gaza.

Dalam sebuah wawancara yang dijelaskan oleh Ezat Al Racheq, anggota politik dan petugas media Hamas, dia menyatakan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak tertarik dengan gencatan senjata dan akan terus memperpanjang perang, meskipun Sandra akan dibebaskan jika perjanjian itu ditandatangani. Selain itu, Ezat menyatakan bahwa tujuan utama Israel saat ini adalah untuk mengusir rakyat Palestina, termasuk Hamas, dari tanah air mereka. Pernyataan Ezat dalam salah satu wawancara yang diadakan oleh pewawancara tersebut belum dijawab oleh Israel hingga saat ini.

Israel Klaim Sudah Menemukan Senjata Yang Di Pakai Hamas Di Rumah Sakit Al Shifa

STARSUNLEASH – Pada hari Kamis, 16 November 2023, pasukan Israel mengumumkan bahwa mereka menyerbu RS Al-Shifa di Gaza City pada hari Rabu dini hari untuk melakukan penggeledahan di dalam rumah sakit. Juru bicara militer Israel Daniel Hagari mengatakan selama penggeledahan bahwa pasukannya menemukan senjata api Hamas di dalam rumah sakit tersebut. Israel dan AS menuduh Hamas memiliki RS Al-Shifa sebagai pusat komando dan kontrol.

Namun, Munir al-Bursh dari Kementrian Kesehatan Gaza membantah pernyataan Israel dan mengatakan bahwa pasukan Israel tidak menemukan senjata atau peralatan di rumah sakit. Dia menegaskan bahwa pada dasarnya, kami tidak mengizinkan senjata di mana pun.

Sebelumnya, militer Israel telah memblokade rumah sakit Al-Shifa di kota Gaza karena dianggap sebagai tempat persembunyian pasukan teroris Hamas. Pemimpin Israel melakukan pemblokadean yang tidak manusiawi yang menyebabkan banyak pasien meninggal dan dikuburkan dengan tidak layak.

Israel Bom Rumah Ismail Haniyeh Pemimpin Hamas Di Gaza

STARSUNLEASH – Pada hari Kamis, 16 November 2023, Israel berhasil menemukan rumah pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Gaza. Setelah lama mengasingkan diri ke Qatar, Haniyah telah kembali ke kediamannya. Dalam pernyataannya, Israel menyatakan bahwa pihaknya telah berhasil menghancurkan gudang senjata api utama yang dimiliki Hamas.

“Selama pengambil alihan kamp Al-Shati, pasukan militer Israel menemukan dan menghancurkan gudang senjata Angkatan Laut Hamas, yang berisi peralatan menyelam, alat peledak, dan persenjataan.” demikian pernyataan dari pihak militer Israel.

Hingga hari ini, pertempuran antara Israel dan Hamas terus berlanjut. Semua orang tahu bahwa Israel telah menyerang Gaza, tempat Hamas saat ini bersembunyi. Warga tidak bersalah menjadi korban perang. Di kota Gaza, suara bom dan tembakan selalu terdengar, membuat warga merasa tidak aman.

PBB Kibarkan Bendera Setengah Tiang Untuk Kenang 100 Staff Tewas Di Gaza

STARSUNLEASH – Pada siang hari di Selasa (13/11/2023), bendera PBB dikibarkan setengah tiang di markas PBB di Eropa. Ini dilakukan sebagai penghormatan terhadap lebih dari seratus pekerja yang tewas di Gaza sejak perang antara Israel dan Hamas dimulai bulan lalu. Selain itu, para staf PBB di kantor masing-masing menggelar momen mengheningkan cipta selama satu menit untuk mengenang jasa para staf yang tewas akibat perang. Sehari setelah badan dunia itu melaporkan banyaknya kematian dan cedera dalam serangan terhadap fasilitas PBB yang ada di Jalur Gaza, aksi pengibaran bendera setengah tiang tersebut dilakukan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa, atau PBB, adalah organisasi internasional yang terdiri dari berbagai negara di seluruh dunia yang didirikan pada 24 Oktober 1945 dengan tujuan mendorong kerja sama internasional. Organisasi tersebut dibentuk setelah Perang Dunia II berakhir untuk mencegah konflik serupa yang mengancam keamanan global.

Rumah Sakit Indonesia Di Gaza Diserang, Jokowi Serukan Anggota OKI Tuntut Israel

STARSUNLEASH – Pada hari Sabtu, 11 November 2023, di Riyadh, Arab Saudi, di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Presiden Joko Widodo memberi tahu semua yang hadir bahwa serangan Israel bombardir juga mempengaruhi Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, yang didirikan untuk memberikan layanan kesehatan masyarakat.

“Di sisi lain, situasi kemanusiaan juga sangat memprihatinkan, rumah sakit Indonesia di Gaza Utara terus menjadi sasaran serangan Israel dan sudah kehabisan bahan bakar.” Ucap Jokowi di acara KTT OKI yang berlangsung di arab.

Jokowi juga meminta negara-negara anggota OKI untuk segera memulai perundingan damai mengenai situasi di Jalur Gaza. Selain itu, dia meminta semua pihak, terutama Israel, untuk mengikuti hukum Humaniter Internasional saat berperang.

“OKI harus menggunakan semua lini untuk menuntut pertanggungjawaban Israel terhadap kekejaman kemanusiaan yang telah dilakukan oleh negara tersebut.”

Hubungan kuat antara Indonesia dan Palestina telah ada sejak keduanya mendukung satu sama lain saat mencapai kemerdekaan. Saat Israel menyerang kota Gaza, Indonesia juga membangun rumah sakit untuk membantu masyarakat di sekitarnya.

Korban Jiwa Semakin Banyak, Dua Rumah Sakit Terbesar Di Gaza Di Blokade Israel

STARSUNLEASH – Pada hari Senin, 13 November 2023, salah satu Rumah Sakit terbesar di Gaza, Rumah Sakit Al Shifa dan Al-Quds, diblokade oleh pasukan Israel. Hal ini menyebabkan krisis kesehatan dengan korban jiwa yang terus meningkat sebagai akibat dari serangan pengeboman yang terus terjadi di Gaza.

“Anak saya terluka dan tidak ada satu pun rumah sakit yang bisa saya bawa sehingga dia bisa mendapatkan jahitan.” Kata salah satu warga Palestina yang melarikan diri untuk menghindari lokasi pengeboman selanjutnya di Gaza.

Perlawanan Palestina menjadi semakin tidak manusiawi sebagai tanggapan terhadap serangan besar-besaran Israel. Korban terus meningkat setiap hari dan sekarang mencapai 11.800, hampir setengah dari seluruh populasi Gaza. Beberapa negara lain juga membantu warga Palestina dengan memberikan bantuan kemanusiaan untuk membantu para korban. Sebaliknya, sejumlah negara melakukan demonstrasi di pusat kota untuk menyuarakan kebebasan Palestina dari penderitaan.

Berhasil Di Evakuasi, 2 Keluarga WNI Berhasil Di Amankan Di Gaza

STARSUNLEASH – Saat ini, diketahui terdapat sebagian Warga Negara Indonesia (WNI) di Gaza yang kesulitan untuk kembali ke Indonesia seiring dengan serangan yang dilancarkan Israel yang menghantam Gaza dari segala arah dan sekitarnya. Kendati demikian, kabar gembira datang dari Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang mengungkapkan kemajuan evakuasi WNI dari Gaza Palestina ke luar Gaza. Saat ini terdapat dua keluarga WNI yang berhasil direlokasi. Namun, ada tiga WNI yang memutuskan untuk tetap tinggal di Gaza. Bantuan masih diberikan kepada masyarakat Gaza di Palestina untuk bertahan dari serangan Israel.

Pasca serangan besar yang dilakukan Israel Kota Gaza kini mengalami kerusakan parah akibat bom yang dijatuhkan di kawasan pemukiman. Akibatnya banyak bangunan yang tidak layak huni dan korban jiwa diketahui mencapai 10.000 jiwa. Banyak orang di dunia mengecam tindakan Israel karena melukai dan membunuh orang-orang yang tidak bersalah.

Pemerintah Dan Masyarakat Indonesia Bersama Serukan Kemanusiaan Palestina

STARSUNLEASH – Pada (12/11/2023), masyarakat dan sejumlah pejabat pemerintah di beberapa daerah di Indonesia bersatu membela kemerdekaan Palestina dari serangan besar-besaran Israel. Aksi melindungi Palestina dilakukan untuk mendukung rakyat Palestina tak berdosa yang tertindas secara brutal dan ribuan nyawa dibunuh oleh Israel. Anda akan melihat jalan-jalan utama berwarna-warni dan banyak orang membawa bendera Palestina dan mengenakan pakaian putih khas umat Islam.

“Kita sengaja datang ke sini untuk menyuarakan dukungan dari kita buat warga Palestina yang sedang kesusahan di Gaza.” Ucap salah satu warga Cimahi yang mengikuti aksi tersebut.

Persahabatan kedua negara dan kuatnya perjuangan mempertahankan kemerdekaan, serta mayoritas beragama Islam menjadi alasan terjalinnya persahabatan antara Indonesia dan Palestina. Kedekatan Indonesia dan Palestina sudah terjalin sejak dahulu kala, sebelum Palestina menjadi salah satu negara pendukung kemerdekaan Indonesia. Sementara itu, Indonesia menyampaikan dukungan penuh terhadap perjuangan rakyat Palestina melalui berbagai forum solidaritas di berbagai negara.

Terlihat Bendera Palestina Di Semua Tribun Saat Piala Dunia U-17 Indonesia VS Equador

STARSUNLEASH – Hubungan Indonesia dan Palestina erat dan erat karena kesamaan kedua negara dan dukungan global terhadap kemerdekaan kedua negara. Indonesia menolak mengakui Negara Israel sampai ada kesepakatan solusi dua negara antara Israel dan Palestina. Saat ini, Palestina merupakan pendukung pertama kemerdekaan Indonesia. Sementara itu, di tengah perang yang sedang berlangsung antara Israel dan Palestina, WNI mendukung kemerdekaan Palestina yang kini diserang Israel dengan bom-bom berat.

Saat pertandingan timnas U17 antara Indonesia dan Ekuador berlangsung pada Piala Dunia U17 2023 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Jumat, 11 November 2023, bendera Palestina terlihat sepanjang tribune. Artinya, Indonesia telah melindungi kebebasan rakyat Palestina yang saat ini menderita akibat pengeboman besar-besaran yang dilakukan Israel dan telah menyebabkan sekitar 10.000 orang menderita.

Saat ini skor hasil pertandingan Timnas U17 Indonesia kontra Ekuador masih imbang 1-1 pada menit ke-67 babak pertama. Tim U17 Indonesia berhasil menjebol gawang Ekuador pada menit ke-23 pertandingan berkat kontribusi Arkan Kaka. Ekuador kemudian membalas lewat tembakan Allen Ovando ke arah gawang Indonesia pada menit ke-29 babak pertama.

Para Aktivis Yahudi Di Amerika Menuntut Kebebasan Palestina Dan Kecam Biden Di New York Amerika Serikat

STARSUNLEASH – Yahudi adalah kata yang mengacu pada suatu agama, ras, atau etnis, tetapi sering kali dianggap sebagai agama. Sebagai sebuah bangsa, kata tersebut merujuk pada sekelompok orang asal Ibrani. Saat ini sedang terjadi perang antara Israel dan Palestina karena masalah terorisme. Tapi itu bukanlah tujuan perang. Pertempuran tersebut diwarnai dengan aksi kekerasan di kedua belah pihak yang semakin intensif seiring berjalannya waktu.

Hari ini, demonstrasi besar-besaran yang dilakukan aktivis Yahudi di Amerika Serikat terjadi di depan Patung Liberty di New York. Mereka menuntut gencatan senjata Israel dan diakhirinya pemboman terhadap warga sipil di Jalur Gaza. Aktivis tersebut juga mengkritik militer Presiden Joe Biden dan dukungannya terhadap Israel, yang dikaitkan dengan pemboman wilayah Palestina beberapa bulan setelah keluarnya Hamas pada 7 Oktober, yang menurut pihak berwenang Israel menewaskan 1.400 orang.

ICRC Di Serang Israel Saat Membawa Pasokan Obat Dan Makanan Ke Gaza, Dunia Tidak Boleh Diam..!!!

STARSUNLEASH – Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (ICRC) adalah jaringan terbesar di dunia. Misi mereka adalah untuk meringankan penderitaan manusia, melindungi kehidupan dan kesehatan serta menjaga martabat manusia, terutama dalam konflik bersenjata dan keadaan darurat lainnya.

Konvoi kemanusiaan diketahui membawa pasokan medis dan makanan ke pusat kesehatan di Kota Gaza, namun mereka menjadi sasaran tembakan Israel, termasuk Rumah Sakit Al-Quds. Komunitas internasional dan lembaga-lembaga kemanusiaan diminta untuk bertindak mencegah konvoi kemanusiaan menjadi sasaran sehingga pasokan dapat menjangkau masyarakat Gaza yang menderita. Sejauh ini, serangan dari Israel dilaporkan merusak dua truk dan menyebabkan luka ringan pada pengemudinya.

Alain Robert Mendaki Gedung Tour Total Energies Coupole Di Paris Sebagai Bentuk Dukungan Palestina

STARSUNLEASH – Alain Robert adalah seorang pendaki gunung dan pendaki perkotaan yang dijuluki “French Spider-Man”. Robert dikenal dengan pendakian solo gratisnya di mana dia mendaki beberapa gedung pencakar langit tanpa peralatan pendakian selain sekantong kecil kapur dan sepasang sepatu pendakian.

Alan Robert saat ini menaiki Tour Total Energies Coupole di Puteaux, Paris, Prancis pada Senin (11/06/2023). Tindakan ini ia lakukan untuk menyerukan “perdamaian di Timur Tengah”, di mana perang antara Israel dan Palestina saat ini sedang berlangsung dan telah memakan banyak korban jiwa di Kota Gaza. Alain berharap tindakan ini akan membuat para pihak menyadari betapa dahsyatnya perang tanpa akhir, dan hanya akan mengakibatkan lebih banyak korban tak berdosa.

https://starsunleash.com/

Pemerintah Dan Polisi Indonesia Kirimkan Bantuan Ke Palestina

STARSUNLEASH – Jumlah korban tewas di Palestina terus meningkat dari waktu ke waktu dan situasi di Gaza sangat mengkhawatirkan. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa yang tidak bersalah, mereka dengan cepat kehilangan nyawa akibat perang. Banyak negara tampaknya memberikan bantuan kepada para korban di Palestina dengan mengirimkan  peralatan, makanan, obat-obatan dan perbekalan lainnya. Indonesia juga merupakan negara yang banyak memberikan bantuan kepada Palestina. Saat ini Indonesia masih memberikan bantuan sebanyak 51,5 ton.

Tim kemanusiaan akan berangkat besok Minggu pagi (5 November 2023) dengan menggunakan pesawat Hercules kami dan akan dikawal oleh polisi dengan menggunakan pesawat A330. Berdasarkan informasi yang diterima, bantuan akan diantarkan oleh 7 agen. Perbekalan penyelamatan diri berupa 100 tenda, 1.000 selimut, 1.000 baju (20,5 ton), serta peralatan kesehatan dan obat-obatan (6 ton).

Kepolisian Indonesia juga terlibat dalam pemberian bantuan kemanusiaan kepada warga Jalur Gaza di Palestina. Kepala Badan Intermediasi Polri Irjen Krishna Murti mengatakan total bantuan yang diberikan pemerintah Indonesia sebanyak 51,5 ton, dimana 26,5 ton di antaranya dikuasai polisi.